SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Ahmad Fadil alias Fadil (31) dan Agus Lani (25) penduduk yang sama di Huta I Jalan Makmur Kelurahan Perdagangan II Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun masing-masing dihukum 6 tahun denda Rp 800 juta subsider 6 bulan penjara. Keduanya dinyatakan terbukti memiliki narkotika jenis sabu seberat 1,29 gram.

Vonis hakim yang dibacakan ketua majelis hakim Roziyanti SH di sidang online Pengadilan Negeri Simalungun, Selasa (26/1) itu konform (sama) dengan tuntutan jaksa Barry Sugiarto Sihombing SH.

Kedua terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 112 (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika. Kedua terdakwa pada Jumat 28 Agustus 2020 pukul 15.30 Wib melakukan transaksi penjualan sabu kepada Tumpak Sinaga (DPO) di ujung jembatan Perdagangan menuju kota Limapuluh.

Siang menjelang sore itu Tumpak Sinaga memesan sabu melalui handphone kepada Fadil seberat 2 gram, dengan harga 1 gramnya Rp 900 ribu. Terdakwa Fadil menyuruh terdakwa Agus Lani untuk mengantarkan sabu 1,29 gram kepada Tumpak Sinaga.

Ketika hendak mengantar sabu tersebut di tengah perjalanan polisi menangkap Lani dan menyita satu paket sabu seberat 1,29 gram dari terdakwa tersebut. Berdasarkan pengakuan Lani, lalu polisi melakukan penangkapan terhadap Fadil.