JAKARTA, HETANEWS.com - Virus corona bisa menyerang siapa saja dan di mana saja, termasuk menginfeksi presenter kondang Helmy Yahya. Ia terpapar COVID-19 sepulangnya berlibur keliling Jawa dan Bali pada Desember 2020.

"Saya merasa ditegur oleh Allah, dijewer gue, juga dikasih hadiah juga disadarkan juga oleh Allah SWT. Jadi saya ternyata begitu pulang abis perjalanan yang demikian itu," kata Helmy saat membuka perbincangan dengan Imam Priyono di akun YouTube Helmy Yahya Bicara, Selasa (26/1).

Helmy menceritakan perjalanan liburannya ke sejumlah kota, seperti Magelang, Surabaya, Banyuwangi hingga Bali. Selama perjalanan, ia dan keluarga bersama rombongan menggunakan mobil masing-masing.

"Saya itu lupa diri dan Tuhan negur saya, bahwa usia saya enggak muda lagi. Pulang kita tes semua swab dan saya COVID, dan saya COVID dengan anak nomor dua," ungkap dia.

Awalnya, ia hanya isolasi mandiri di rumah dan berharap bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, setelah menjalani tes PCR kedua pada 12 Januari 2021, ternyata Helmy masih dinyatakan positif.

Ia memutuskan untuk menjalani perawatan dan isolasi di rumah sakit. Diakuinya, mencari rumah sakit tidaklah mudah. Ia banyak berkonsultasi dengan kolega termasuk dokter yang menanganinya agar bisa mendapatkan ruangan isolasi bersama anaknya. Dan pada akhirnya, mereka pun mendapatkan ruangan bersama di sebuah rumah sakit untuk isolasi.

  • Helmy Yahya Sempat Down

Helmy mengungkapkan tidak banyak gejala yang dialami selama positif COVID-19. Namun, ia memang sempat mengalami demam dan suhu tubuhnya naik turun, tetapi secara keseluruhan kondisinya dinyatakan baik. Bahkan, CT value Helmy sempat menyentuh angka 11.

"Begitu tanggal 12 dicek lagi dan saya masih dinyatakan positif, wah dunia kayak saya down. Saya enggak pernah seumur hidup, saya kan motivator, berat banget meminta motivasi diri saya," tutur pria berusia 58 tahun itu.

Padahal, ia sudah begitu yakin kondisinya akan cepat pulih karena ia merasa tubuhnya bugar dan nafsu makannya masih normal. Saturasi oksigen di tubuhnya pun juga normal di atas 95.

"Saya pikir saya kayaknya pasti negatif karena secara tubuh, saya nafsu makan juga oke meski enggak banyak. Tanggal itu begitu dites saya sempat down," ucap Helmy.

Selama masa pemulihan itu, ia berusaha untuk menenangkan pikiran, relaks, hingga rutin mengkonsumsi vitamin dan herbal. Helmy dan putrinya juga berolahraga ringan dan selalu mencari hal-hal yang dapat menghibur dirinya.

"Kemarin sekitar [tanggal] 21an saya sudah dibolehkan pulang dan dokter sudah yakin kondisi saya bagus banget, badan saya bugar, ide saya banyak banget banyak ide konsep baru yang mungkin akan kita jalankan. Saya keluar tanggal 21 dan saya di rumah, PCRnya pagi dan kita enggak tahu, saya sudah enggak peduli, saya yakin negatif. Negatif, alhamdulillah, anak saya juga negatif," paparnya.

  • Akui Sempat Malas Pakai Masker

Mantan Direktur Utama TVRI itu menceritakan bahwa ia memiliki kelemahan, yakni malas atau tidak betah mengenakan masker. Seperti yang dilakukannya saat perjalanan liburan panjangnya kemarin.

"Bukan malas, enggak betah. Jadi biasanya 1 jam habis itu turunin dikit ke hidung terus pakai lagi. Kalau enggak ada orang, jauh gitu, saya buka. Jadi itu pengalaman benar, kita enggak boleh main-main. Kelemahan juga, banyak orang datang ke saya minta foto, celakanya saya enggak bisa nolak," cerita Helmy.

"Jadi itu saja persoalannya. Jadi ini betul bahwa jangan main-main masalah, enggak usah berdebat COVID itu konspirasi. COVID itu ada, nyata, saya ngalamin bener," lanjut dia.

Dari pengalamannya terkena corona inilah, ia jadi belajar untuk tidak lagi malas mengenakan masker. Sebab, memakai masker tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga menghindari orang lain terpapar COVID-19.

"Kita boleh lalai pakai masker. Masker bukan ke lebih melindungi diri kita, lebih kepada melindungi orang. Saya sekarang pakai masker, kadang ditambah pake face shield. Jadi betul-betul cuci tangan dan distancing jadi hindari dulu kerumunan," ucap dia.

  • Berencana Buat Sosialisasi Donor Plasma Konvalesen

Setelah sembuh, Helmy berencana mengajak kawan-kawannya yang lain sebagai sesama penyintas COVID-19 untuk mau mendonorkan plasma darahnya. Ia menuturkan, selama ini banyak penyintas yang ingin mendonorkan plasma konvalesen, namun tidak mengerti tahapannya.

Ia menilai dengan sudah 800 ribu orang lebih yang sembuh dari corona. Dan jika 10 hingga 20 persennya mau melakukan donor, maka dapat menyelamatkan lebih banyak pasien COVID-19.

"Saya komit memimpin gerakan untuk mengimbau kepada penyintas-penyintas COVID agar mau menjadi donor. Sebenarnya banyak yang mau, tapi enggak tahu caranya. Jadi dibutuhkan campaign, sosialisasi, barangkali itu yang bisa kita lakukan, gimana kita donorkan plasma darah kita, para penyintas, untuk menyelamatkan nasib banyak orang," jelas Helmy.

Tak lupa, Helmy juga berpesan kepada pasien corona yang masih berjuang melawan virus ini agar lebih banyak berserah diri kepada Tuhan.

"Yang belum kena, saya berharap jangan remehkan protokol. Kalau bisa vaksin, vaksinlah enggak usah banyak debat. Kalau enggak mau, jangan ngajak orang, jadilah orang yang bermanfaat bagi orang lain," pungkasnya.

sumber: kumparan.com