JAKARTA, HETANEWS.com - Perawat Sustina Syofianti merasa lega dan optimis setelah mendapatkan dosis pertama vaksin Covid-19 pada 16 Januari. Dia telah divaksinasi sebelumnya untuk penyakit lain tetapi masih gugup karena menjadi orang pertama yang menerima vaksin Sinovac buatan China.

Tetapi pria berusia 33 tahun, yang masih lajang, mengatasi kegelisahannya dengan bantuan dari rekan-rekan dan penelitiannya sendiri.

“Akhirnya saya merasa yakin. Saya ingin melindungi diri saya dan keluarga karena saya terkena (virus),” kata perawat yang pernah merawat pasien Covid-19 di sebuah rumah sakit swasta di Tangerang Selatan, Banten itu. 

"Saya yakin pemerintah melakukan yang terbaik. Itu tidak akan memberi kami vaksin yang merugikan kami."

Dijadwalkan untuk menerima dosis kedua pada 30 Januari, Sustina termasuk di antara lebih dari 173.000 petugas kesehatan di seluruh Indonesia yang telah diinokulasi sejak pemerintah meluncurkan program vaksinasi nasional pada 13 Januari.

Indonesia adalah yang paling terpukul oleh pandemi di Asia Tenggara, dengan 989.262 terinfeksi dan hampir 28.000 meninggal akibat virus corona. Ini berusaha untuk menginokulasi 181,5 juta orang, atau dua pertiga dari hampir 270 juta populasinya, dalam 15 bulan untuk mencapai kekebalan kawanan.

Sebanyak 1,47 juta pekerja kesehatan dan 17,4 juta pekerja publik lainnya akan diinokulasi pada April. Namun beberapa kendala, seperti masalah pendaftaran dan masalah logistik, tetap ada. Mungkin yang lebih menakutkan adalah kenyataan bahwa banyak orang tetap skeptis tentang vaksinasi.

Sebuah survei online oleh Kementerian Kesehatan dan Kelompok Penasihat Teknis Indonesia untuk Imunisasi September lalu menemukan bahwa 64,8 persen dari lebih dari 115.000 peserta ingin divaksinasi. Tapi 27,6 persen ragu dan 7,6 persen langsung menolak langkah tersebut.

Tepat sebelum program vaksinasi nasional digulirkan, Ikatan Dokter Indonesia mengeluarkan keputusan untuk mengajak seluruh tenaga medis untuk ikut serta di dalamnya. Ahli bedah saraf Agung Heri Wahyudi mengatakan, seperti rekan-rekannya, awalnya dia khawatir dengan vaksin Covid-19.

"Saya yakin semua petugas kesehatan yang menerima vaksin memiliki perasaan yang sama karena vaksinnya baru. Ini sangat manusiawi," katanya kepada The Straits Times.

Dia telah memerangi pandemi sejak Maret lalu dan sekarang memandang dirinya dalam posisi yang lebih baik untuk melawan penyakit itu. 

“Karena kemanjuran vaksin adalah 65 persen, saya memiliki setidaknya 65 persen perlindungan. Setidaknya saya lebih aman meskipun saya tidak 100 persen aman. Lebih baik daripada tidak sama sekali,” kata sang ayah. dari empat.

Dr Sutrisno, yang memiliki satu nama dan merupakan Ketua Ikatan Dokter Indonesia cabang Jawa Timur, menerima dosis pertamanya pada 14 Januari dan akan mendapatkan yang kedua pada Kamis.

Dia berkata: "Kami menghadapi situasi yang sangat sulit dengan masuknya pasien. Tak pelak, vaksin adalah pilihan terbaik (tersedia)," ujar dokter kandungan-ginekolog berusia 52 tahun itu.

Sumber: straitstimes.com