SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Anggota DPRD Simalungun inisial BS dituntut 1 tahun penjara kasus penganiayaan dan pengeroyokan terhadap korban Koster Aprison Hutajulu.

BS dan rekannya AJS dituntut sama disidangkan dalam berkas terpisah. BS dan AJS akan mengajukan nota pembelaan (pledoi) secara tertulis pada persidangan  yang akan digelar Senin (25/1) yang akan datang.

Menurut jaksa Juna Karo karo, keduanya terbukti melanggar pasal 170 (2) ke-1 KUH Pidana. BS bersama AJS terbukti melakukan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap korban.

"Benar dituntut 1 tahun dan terdakwa BS akan mengajukan nota pembelaan pada persidangan pada Senin," kata Kasi Pidum Kejari Simalungun, Irvan Maulana melalui pesan tertulis, Sabtu (23/1/2021). 

Persidangan langsung dipimpin A Hadi Nasution yang juga sebagai Ketua Pengadilan Negeri Simalungun. 

Dalam menjalani proses persidangan tersebut, terdakwa BS dan GAM berstatus tidak ditahan.  

Baca juga: Oknum Anggota DPRD Simalungun dan Kader PDIP Saling Lapor Polisi

Kronologi

Kasus penganiayaan dan pengeroyokan  terjadi pada Minggu, 20 September 2020 sekira pukul 12.00 Wib di depan salah satu warung di Dusun Parmonangan Kelurahan Huta Bayu, Kecamatan Huta Bayu Raja, Simalungun.

Awalnya korban sedang makan di warung tersebut dan terdakwa BS datang duduk satu meja dengan rekannya.

Selanjutnya saksi mengatakan kepada terdakwa BS selaku anggota dewan, "kira-kira siapa ketua, paslon untuk bulan ini yang kita pilih." 

Terdakwa pun mengunggulkan salah satu nama calon bupati andalannya. Korban  merasa tidak terima calonnya dijelekkan lalu membela calon unggulannya.

Baca juga: Jadi Korban Penganiayaan, Benfri Penuhi Panggilan Penyidik Polres Simalungun

Terdakwa BS emosi dan mengucapkan kata kata kotor kepada saksi korban. Lalu terdakwa AJS langsung mencekik leher saksi korban dari arah depan dengan menggunakan satu tangan.

Sampai saksi korban merasakan susah bernafas karena dipukul mata sebelah kirinya dari arah depan dengan tangannya.

Sehingga mata sebelah korban mengalami luka lebam. Tak berapa lama BS langsung memukul kepala saksi korban dari arah belakang dengan menggunakan tangannya.

Korban dibawa ke Puskesmas Hutabayu Raja untuk mengobati luka yang dideritanya. Sesuai Surat Visum et Repertum No.744/2403/440/2020 tanggal 21 September 2020.

Baca juga: Gara-gara Calon Bupati, Oknum Anggota DPRD Simalungun Jadi Pesakitan