PAPUA, HETANEWS.com - Kontak tembak antara TNI dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali terjadi di Intan Jaya, Papua hingga mengakibatkan dua prajurit TNI gugur. Kodam IV Diponegoro berduka dua prajuritnya Pratu Roy Vebrianto, dan Pratu Dedi Hamdani tewas dalam kontak tembak di Papua itu.

Dalam unggahan akun @kodam_diponegoro diunggah foto Pratu Roy dan ucapan duka. Netizen pun turut menyampaikan duka cita.

"Innalillahi wainnaillaihi roji'un. Turut berduka cita atas gugurnya Prajurit terbaik Satgas Yonif Raider 400/BS dalam menjalankan tugas Pengamanan Perbatasan RI-PNG. Semoga husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan," tulis akun @kodam_diponegoro seperti dikutip detikcom, Sabtu (23/1/2021).

Kodam IV Diponegoro juga mengunggah ucapan duka cita untuk Pratu Dedi Hamdani, prajuritnya yang gugur saat mengejar KKB penembak Pratu Roy. Pratu Dedi merupakan anggota Yonif 408/Suhbrasta yang juga bertugas di Satgas Yonif Raider 400/BS.

Dihubungi terpisah, Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Kav Susanto tidak memberikan keterangan terkait gugurnya dua prajuritnya itu. Susanto mengatakan keterangan akan dikeluarkan oleh komando operasi di Papua.

"Berkaitan dengan informasi kegiatan di Papua dikeluarkan dari Koops Papua," kata Susanto kepada wartawan lewat pesan singkat hari ini.

Diberitakan sebelumnya, Pratu Roy ditembak saat usai melaksanakan salat Subuh di Pos Titigi Yonif Raider 400/Banteng Raiders di Kampung Titigi, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua. Dia ditembak dari jarak 200 meter dan mengenai dada sebelah kanannya.

"Menurut informasi yang didapat, Pratu Roy ditembak dari jarak 200 meter pada saat melaksanakan pembersihan usai melaksanakan ibadah salat Subuh," kata Kapen Kogabwilhan III, Kolonel Czi IGN Suriastawa, dalam keterangannya, Jumat (22/1).

Personel Yonif Raider 400/BR lalu melakukan pengejaran terhadap KKB. Dalam situasi tersebut, satu prajurit TNI kembali terkena tembakan KKB, yakni Pratu Dedi Hamdani.

"Sedangkan korban yang lain atas nama Pratu Dedi Hamdani dari Pos Hitadipa, saat melakukan pengejaran kepada KKB yang melakukan penembakan terhadap Pos Titigi. Korban juga ditembaki secara membabi buta dari arah ketinggian di hutan yang terletak antara Kampung Sugapa Lama dan Kampung Hitadipa," ujar Kolonel Suriastawa.

Keduanya lalu dievakuasi menggunakan heli Caracak ke Mimika untuk mendapat perawatan lebih lanjut. Namun, naasnya nyawa mereka tidak tertolong.

sumber: detik.com