HETANEWS.com - Pembelajaran jarak jauh (PJJ) telah memasuki bulan ke-11 akibat pandemi Covid-19. Dampak learning loss akibat PJJ juga belum bisa diukur.

“Ini adalah suatu hal yang riil. Kita belum bisa mengukur berapa kuantitas learning loss-nya,” ungkap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dalam webinar Merdeka Belajar, Transformasi Pendidikan Indonesia, Jumat (22/1).

Adapun, salah satu cara untuk mengukur learning loss adalah dengan melaksanakan Asesmen Nasional (AN). AN diyakini mampu mengukur kualitas pendidikan di satuan pendidikan.

“Harapannya dengan Asesmen Nasional yang terjadi di bulan September kita akan punya base line dan tahun depannya kita akan melihat apakah tren itu menurun atau meningkat,” jelasnya.

Pasalnya, dikatakan oleh Plt Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan (Kabalitbangbuk) Kemendikbud, Totok Suprayitno, ada potensi loss learning mencapai 20 persen akibat PJJ.

“Ada 20 persen sekolah mengatakan sebagian siswa tidak memenuhi standar kompetensi. 20 persen inilah yang diduga mengalami learning loss yang paling besar hanya 20 persen,” imbuhnya, Kamis (21/2).

Diketahui, AN rencananya akan terselenggara pada Maret 2021. Akan tetapi, karena merasa sosialisasi kurang, akhirnya AN diputuskan ditunda ke September 2021.

“Kita perlu melakukan antisipasi pandemi yg relatif meningkat. Jadi Kemendikbud memutuskan untuk menunda pelaksanaan AN dengan target jadwal baru, yaitu September dan Oktober 2021,” kata Nadiem saat Rapat Kerja Komisi X DPR RI, Rabu (20/1).

Baca juga: Asesmen Nasional Diharapkan Mampu Ukur Learning Loss Selama Pandemi

Sumber: jawapos.com