SIANTAR, HETANEWS.com - Pengadaan Laboratorium atau Lab dan komputer di beberapa sekolah di Kota Siantar terendus  korupsi. Proyek pengadaan tersebut terindikasi mark up dengan kerugian lebih dari Rp 300 Juta.

Dalam pengungkapan kasus, Kejari Siantar telah memeriksa 6 sekolah dari 7 sekolah yang melaksanakan pengadaan Lab dan komputer. 

Dostom Hutabarat selaku Kasi Pidsus Kejari Siantar menuturkan, penyelidikan masih terus berlanjut dan saat ini memasuki tahapan pemeriksaan pihak rekanan dari Jakarta.

Baca juga: Dugaan Pungli Kelompok Kerja Kepsek Terungkap

Namun karena kondisi pandemi covid-19, pihak rekanan meminta agar pemeriksaan dilakukan secara daring.

"Kita tidak akan tebang pilih, semua laporan yang masuk akan kita usut tuntas. Tim Intel dan Pidsus bersinergi melakukan pengusutan dugaan korupsi,” tutur Dostom melalui keterangan tertulis kepada Hetanews, Kamis (22/1/2021).

Ia menjelaskan, Kejaksaan telah memeriksa 20 orang termasuk para Kabid mantan Kadisdik inisial ES. Begitupun ada satu Kepsek yang telah pensiun belum memenuhi panggilan Jaksa.

Baca juga: Jaksa Klarifikasi Kadisdik Siantar Terkait Pengangkatan Kepala Sekolah