MEDAN, HETANEWS.com - Malang nasib seorang pengacara berinisial DR yang menjadi korban penganiayaan massa di Jalan Gatot Subroto, Medan pada Kamis (21/1/2021) malam. Massa diprovokasi oleh juru parkir (Jukir), sehingga terjadi aksi main hakim sendiri.

Dihubungi melalui telepon seluler, DR mengatakan bahwa kejadian yang dialami saat dirinya hendak menuju Binjai melintasi Jalan Gatot Subroto.

"Jadi saat itu kami kan dari Kota Medan hendak menuju Binjai. Namun karena ada sesuatu hal, jadi kami putar balik mobil di kawasan Jalan Gatot Subroto. Nah, saat itu ada tiga sepeda motor di belakang mobil. Satu di antaranya menabrak belakang mobil dan mereka jatuh," ujarnya, Jumat (22/1/2021).

Karena melihat hal tersebut, DS pun turun dan membawa si pengendara menumpangi mobilnya untuk menyelesaikan permasalahan melalui proses hukum.

"Karena salah satu dari pengemudi sepeda motor itu kita urus, saya berhentikan. Kita urus juga ke polisi karena melanggar lalu lintas di mana pengendara itu tidak menggunakan helm dan masih di bawah umur," ucapnya.

Selang beberapa waktu, seorang juru parkir (jukir) memprovokasi warga dengan menudingnya berbagai tuduhan.

"Tiba-tiba massa ramai. Kami dipukuli. Padahal kami sudah membawa pengendara motor itu untuk diselesaikan masalahnya ke kantor polisi. Kami dituduh ditabrak lari, massa menghancuri mobil saya, menganiaya saya bersama rekan saya. Kalau jumlah seratusan orang ada malam itu," katanya.

Aksi main hakim sendiri terhenti, dikatakan DR, karena seorang saksi memberikan penjelasan bahwa dirinya tidak bersalah.

"Datanglah saksi yang mengatakan bahwa kami enggak salah. Barulah mereka berhenti memukul kami. Artinya yang memancing ini si tukang parkir itu," jelasnya.

Alhasil, DR pun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Medan Baru dengan bukti laporan STTLP/65/1/2021/SPKT SEK MDN BARU dengan harapan bisa ditangkap pelakunya.

Informasi tambahan yang berhasil dihimpun Tribun Medan, usai kejadian kondisi mobil DR mengalami kerusakan cukup parah. Di mana bagian kaca belakang pecah, spion, dan bagian kabin mobil dalam keadaan penyot.

Sumber: tribunnews.com