SIANTAR, HETANEWS.com - Kejari Siantar menunggu keterangan ahli dalam kasus dugaan korupsi terkait objek lelang oleh pihak Bank Mandiri Cabang Siantar.

Kejari tengah mengusut kasus tersebut dengan meminta keterangan dari divisi penagihan, KPKNL, OJK seerta pegawai bank.

Penyelidikan awalnya dilakukan oleh pihak Kejaksaan Sumut. Namun karena kerugian yang ditimbulkan dibawah Rp 1 Miliar kasus ini diserahkan ke Kejari Siantar.

"Prosesnya masih menunggu keterangan ahli Bapak Prof Dr Tan Kamello, " ucap Kasi Pidsus Kejari Siantar, Dostom Hutabarat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (22/1/2021).

Dostom menjelaskan dugaan korupsi di Bank Mandiri terkait objek lelang yang diduga menyalahi aturan yang ada. 

Setelah menerima hasil dari keterangan ahli tersebut, kata Dostom, pihak kejaksaan akan melakukan gelar perkara untuk memastikan kasus itu dilanjut atau dihentikan.

Dalam penanganan perkara ini, Kajari telah menetapkan tim jaksa yang Dostom Hutabarat dibantu Jaksa Elyna Simanjuntak, Fatah Khotib Uddin, Robert Damanik dan Meutya.

"Sekitar belasan orang sudah kami mintai keterangan dalam perkara tersebut, " ucap Hutabarat.

Masih kata Dostom,  menurut UU No 17 Tahun 2003, perjanjian kredit bank yang menjadi bisnis bank, dapat merugikan keuangan negara dan menguntungkan orang lain, adalah tindak pidana korupsi walaupun kerugian negara belum terjadi.

Ia menjelaskan, sebelum memberikan kredit, bank memiliki keyakinan untuk menilai calon nasabah debitur dengan analisis kredit yang komprehensif sesuai dengan pedoman masing-masing bank.

Walaupun demikian, ungkap Dostom, tidak menutup kemungkinan adanya risiko wanprestasi yang dapat diantisipasi dengan adanya jaminan kebendaan dari nasabah debitur.

Baca juga: Kejari Siantar Mulai Naikkan Status Sejumlah Lapdu Korupsi