JAKARTA, HETANEWS.com - Vokalis Sytem Of A Down, Serj Tankian mengecam Donald Trump karena memberikan Turki hak hukum atas warisan agama-budaya  dari masyarakat adat di kawasan itu dan populasi minoritas lainnya, di antaranya orang Armenia, Yunani, Asiria, Kasdim, Suriah, Aram, Maronit, Yahudi dan Kurdi. Tindakan itu ditentang keras oleh sejumlah kelompok hak budaya dan museum.

Nota Kesepahaman AS-Turki ditandatangani oleh pemerintahan Trump pada jam-jam terakhirnya kekuasaan mereka, dan itu datang sebagai tanggapan atas permintaan pemerintah Turki, yang diajukan lebih dari setahun yang lalu.

Sebagai seorang imigran Armenia yang lahir di Libanon dan berakar kembali di Los Angeles, Serj melalui media sosialnya Selasa, 19 Januari malam untuk membagikan pernyataan dari Komite Nasional Armenia Amerika (ANCA) tentang perjanjian properti budaya yang "menghancurkan".

"Terima kasih Trump. Di menit terakhir Anda, Anda memutuskan untuk memberikan Turki warisan budaya asli masyarakat saya termasuk gereja-gereja kuno dan salib batu sebagai hadiah bagi mereka yang mencoba memusnahkan kami. Tidak pernah melihat seorang presiden seberengsek ini," demikian bunyi pesan dari Tankian.

Pandangan Tankian tentang kepresidenan Trump sangat bertentangan dengan pandangan drumer System Of A Down, John Dolmayan, yang telah berulang kali membela presiden ke-45 Amerika tersebut.

Ia mengatakan bahwa lawan Trump "mengabadikan dan menghasut penutupan total ekonomi" dengan harapan itu akan ambruk dan Trump akan disalahkan. Dolmayan juga memuji Trump dan menuduh Demokrat menjelekkan presiden dan menyalahkannya atas segala sesuatu yang ada terjadi di dunia.

Selain itu, John menyebut Demokrat sebagai orang-orang fanatik sejati yang berjuang untuk mempertahankan perbudakan dan secara langsung bertanggung jawab atas lebih dari 70 juta aborsi, yang sebagian besar berkulit hitam. 

Dolmayan mendukung klaim Trump bahwa pemerintahannya telah berbuat lebih banyak untuk komunitas Afrika-Amerika daripada presiden mana pun sejak Abraham Lincoln.

Pada Oktober tahun lalu, Tankian mengatakan kepada Forbes bahwa dirinya frustrasi melihat John secara terbuka mendukung Trump, terutama mengingat Dolmayan adalah orang Armenia juga. 

"Tapi itu ada hubungannya dengan politik Amerika," Tankian menjelaskan.

"Jika menyangkut masalah Armenia, kami berada di halaman yang persis sama. Kami tahu ketidakadilan apa yang terjadi, kami bekerja sama. Kami melakukan aktivitas lelang yang berbeda dan bekerja sama di banyak bidang. Bangsa Armenia bersatu, baik Anda memilih Partai Republik, Demokrat atau tidak keduanya."

Tahun lalu, Tankian meminta Trump  mengundurkan diri dan menggambarkannya sebagai presdien yang sama sekali tidak berguna atas penanganannya terhadap wabah COVID-19.

Baca juga: Usaha 4 Tahun Trump untuk Menahan Kebijakan China yang Tidak Bijaksana dan Tidak Realistis

Sumber: voi.id