SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Kepala Lapas Kelas IIA Pematangsiantar, Rudy F Sianturi mengklaim sering menggelar razia di sel warga binaan sebagai operasi rutin.

Rudi membantah jika razia tersebut terkait kasus peredaran narkoba dan penipuan online yang diduga melibatkan warga binaannya.

"Petugas memang sering melakukan pemeriksaan sel, jadi hal itu rutin. Sebulan 4 kali melakukan pemeriksaan," ucap Rudy ditemui usai pelantikan pejabat di PN Simalungun, Kamis (21/1/2021) siang.

Rudin mengatakan operasi rutin tersebut menghindari hal yang tidak diinginkan termasuk adanya narkotika atau kejahatan lainnya.

Pada saat operasi tersebut ditemukan barang bukti antara lain Handphone, Sendok yang sudah diasah tajam, wayar serta mancis. Barang barang tersebut langsung dimusnahkan dengan cara dibakar.

Rudi juga menampik adanya dugaan peredaran narkoba dan penipuan online yang dilakukan para Napi. Pasalnya selama operasi menurut dia pihaknya tidak menemukan Narkotika.

“Tidak ada. Kami hanya melakukan razia rutin saja,” pungkasnya.

Napi terlibat penipuan

Belum lama ini 4 orang Napi dari Lapas Pematangsiantar terlibat jaringan penipuan online. Pelaku bersama dua rekannya yang berada di luar Lapas menipu korban inisial MM.

Korban merupakan warga Jalan LKMD, Desa Salo, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Korban mengalami kerugian hingga Rp 200 Juta.

Kasat Reskrim Polres Kampar AKP Berry Juana Putra seperti yang diwartakan Newscorner memerintahkan Kanit I Sat Reskrim Polres Kampar Iptu Markus T Sinaga untuk mengejar pelaku. 

Tim yang dipimpin Markus bersama KBO Ipda Ismadi dan anggota berangkat menuju Kota Siantar dan berkoordinasi dengan Polres setempat.

Kamis (14/1/2021) sekira pukul 11.05 WIB, polisi mengamankan seorang pria inisial HP alias Black. Setelah melakukan pengembangan, Polisi juga mengamankan MSA di Jalan Pattimura Kota Siantar.

Berdasarkan keterangan kedua tersangka, polisi kembali melakukan pengembangan hingga meringkus J alias Goplak, Narapidana Lapas Kelas IIA Pematangsiantar.

Kepada polisi, Goplak mengaku terlibat penipuan online bersama 3 Napi teman satu selnya yakni inisial SS, RS dan NAS.

Baca juga: Intip Hasil Kerajinan Tangan Warga Binaan