SIANTAR, HETANEWS.com - Situasi pandemi Covid 19 di Kota Siantar dilaporkan mengalami peningkatan. Oleh sebab itu dipastikan kegiatan sosial masyarakat serta operasional tempat keramaianan dibatasi dan izinnya diperketat.

Dalam rapat pembahasan kebijakan pembatasan kegiatan sosial budaya masyarakat di ruang data  Pemko Siantar, Rabu (20/1/2021) pagi, Dinas Kesehatan Siantar diwakili  Erida Damanik bersama Frans Yosep Sitepu dan dr Yuliana SE Silitonga melaporkan, Kota Siantar menempati urutan 3 besar kasus Covid-19 tertinggi di Sumut, setelah Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang.

Berdasarkan data Covid 19 sejak mulai pertama ditemukan hingga akhir tahun 2020 dirincikan 661 positif, 521 sembuh dan 17 meninggal. Sehingga tingkat Case Fatality Rate (CFR) Covid-19 di Kota Siantar tahun 2020 adalah 2,57 persen.

Selanjutnya, data Covid-19 terhitung 1-17 Januari 2021 yakni, terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 96 kasus, suspek 39 kasus, meninggal terkonfirmasi 1 orang, meninggal probable 1 orang, dan kontak erat sebanyak 501 orang.

Zona Orange

Sebagai acuan untuk mengambil kebijakan dalam percepatan penanggulangan dan pengendalian Covid-19 di Kota Siantar, dari hasil analisis dan pembahasan peta sebaran, pengelompokan kasus dan zona berdasarkan Indikator Kesehatan Masyarakat dalam kurun 1-17 Januari 2021 berjumlah 1.979.

Artinya, Kota Siantar  masuk kategori wilayah dalam zona orange, yakni risiko penularan Covid-19 di Kota Pematangsiantar masuk kategori sedang.

Keadaan ini masih sama dengan situasi pada tahun 2020. Hanya saja, tidak menutup terjadinya peningkatan di awal tahun 2021.

Hal ini dapat dilihat tren kasus Covid-19 dari hari per hari mulai 1 Januari hingga 14 Januari 2021. Di mana, peningkatan terjadi secara fluktuasi. Bahkan, di tanggal 6 Januari, 1 kasus terkonfirmasi meninggal dan tanggal 12 Januari ada 1 kasus probable meninggal.

Selanjutnya, tanggal 15 Januari 2021 kasus terkonfirmasi Covid-19 meningkat signifikan sampai 47 kasus.

Hal ini didukung dengan dilakukannya penjaringan deteksi dini terhadap kontak erat, baik yang suspek maupun terkonfirmasi.

Sehingga dengan banyaknya kontak erat, membuat Dinas Kesehatan melakukan swab test massal.

Dari 280 orang yang dilakukan swab, ditemukan 25 persen dinyatakan terkonfirmasi Covid-19.

Pembatasan sosial

Kondisi tersebut tentunya sangat membutuhkan perhatian khusus dari Satgas Covid-19 dalam mengambil tindakan pembatasan sosial di Kota Siantar.

Disimpulkan, berdasarkan sebaran kasus, terkonfirmasi Covid-19 telah ada di semua kecamatan di Kota Siantar.

Tidak ada Iagi kecamatan yang tidak ada kasus konfirmasi Covid-19. Berdasarkan pengelompokan kasus (cluster),  terdapat 3 cluster, yaitu Kecamatan Siantar Barat, Siantar Sitalasari, dan Siantar Marihat.

Untuk Kecamatan Siantar Sitalasari, termasuk Zona Merah dengan total nilai 1,860. Artinya, risiko penularan Covid-19 di wilayah Kecamatan Siantar Sitalasari termasuk kategori tinggi.

Disebutkan juga, penularan Covid-19 masih meningkat. Hal tersebut bisa dipicu dengan terlalu longgarnya disiplin masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan, banyaknya kegiatan-kegiatan sosial yang tanpa pembatasan jumlah sehingga menimbulkan kerumunan.

Untuk menyikapi situasi keadaan tersebut, maka Dinas Kesehatan merekomendasikan untuk memperketat protokol kesehatan masyarakat dengan lebih menggalakkan 3M, yakni Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak.

Juga memperketat akses pemberian izin kegiatan sosial masyarakat yang mengundang keramaian, seperti izin pesta dan lainnya. Serta membatasi izin kegiatan di tempat-tempat umum seperti pengoperasian kafe dan sebagainya.

Sumber: Humas Pemko Siantar