SIANTAR, HETANEWS.com - Pengamat pendidikan di kota Pematangsiantar yang juga sebagai rektor di universitas Simalungun, Dr Corry Purba, sangat menyayangkan penegak hukum yang melakukan pembiaran terhadap permainan tembak ikan / gelper yang menjadi ajang perjudian.

Menurut rektor USi tersebut, seharusnya permainan itu untuk anak-anak dalam menguji ketangkasan dan kecepatan anak-anak. Kalau memang disalahgunakan, harusnya ditutup jangan sampai merusak generasi bangsa.

"Permainan itukan buat anak-anak dalam menguji ketangkasan. Kalau memang disalahgunakan ia kita sangat menyayangkan dan harus segera ditutup," ujarnya Rabu, (20/1/2021).

Baca juga: Tak Berijin, Usaha Gelper Terancam Ditutup

Lanjutnya, marilah bersama-sama menjaga anak bangsa. Dengan semakin maraknya perjudian seperti itu sudah jelas-jelas merusak mental generasi muda.

"Saya berharap besar kepada penegak hukum yaitu polisi agar segera mungkin menindak dan di lakukan pengecekan ijinnya. Kalau memang benar menjadi ajang perjudian secepatnya segeralah di tutup," harapnya. 

Corry mengajak semua pihak aktif membersihkan Kota Siantar dari hal-hal yang bisa merusak anak bangsa. Beliau juga menambahkan kalau Siantar itu adalah kota pendidikan, jangan dikotori dengan hal seperti itu yang dapat merusak citra kota. Tapi yang paling utama mari bersama-sama menjaga anak bangsa.

"Saya berharap dan meminta kepada polisi agar bersama-sama menjaga Kota Siantar. Yang paling utama mari kita bersama-sama menjaga anak bangsa dengan menjauhkan dari judi. Dan kalau mau membuat permainan itu buatlah permainan yang positif. Jadi kepada bapak Kapolres agar kiranya menindak dan kalau terbukti tutup sesegera mungkin," tutupnya.