RIAU, HETANEWS.com - Polisi terus mengusut kasus tewasnya Haji Permata, pengusaha asal Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Polda Riau berencana memanggil pihak Bea-Cukai, besok.

"Bea-Cukai dipanggil hari Kamis besok," kata Direktur Ditreskrimum Polda Riau, Kombes Teddy kepada , Rabu (20/1/2021).

Selain itu, Polda Riau telah memeriksa sejumlah saksi. Saksi yang telah diperiksa adalah masyarakat di sekitar lokasi.

Diketahui, pengusaha Haji Permata tewas saat penggerebekan rokok ilegal di wilayah perairan Indragiri Hilir, Riau, Jumat (15/1). Keluarga yang tak terima melaporkan Bea-Cukai ke polisi atas dugaan pembunuhan.

Tertembaknya pengusaha asal Kepri dalam kegiatan pengejaran mafia penyelundup rokok ilegal oleh Bea-Cukai disebut karena situasi mendesak. Bea-Cukai mengatakan petugasnya dilempari molotov oleh penyelundup rokok ilegal.

Hal itu disampaikan dalam dokumen keterangan tertulis Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Ditjen Bea dan Cukai Syarif Hidayat, yang diterima dari Kepala Humas DJBC Kepri Arief Ramadhan pada Sabtu (16/1/2021).

Syarif mengatakan kapal Bea-Cukai bernomor lambung BC 10009 dengan dibantu kapal BC 15040 dan BC 15041 mencoba menghalau kedua speedboat penyelundup. Saat itu anak buah kapal (ABK) kedua speedboat disebut hendak melawan petugas yang sedang memeriksa salah satu kapal speedboat penyelundup yang berhasil dikuasai pihak Bea-Cukai.

Selanjutnya, sambung Syarif, datang belasan orang menggunakan kapal pancung yang sengaja disiapkan untuk melindungi empat speedboat penyelundup. Mereka disebut melempari kapal BC 10009, BC 15040, BC 15041, dan speedboat yang sedang diperiksa petugas Bea-Cukai dengan bom molotov, mercon, serta kembang api hingga terjadi tembakan dan menewaskan Haji Permata.

Terakhir, Senin (18/1) laporan yang dibuat di Polda Kepri diambil alih Ditreskrimum Polda Riau. Selanjutnya kasus ditangani Polda Riau dengan langsung melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi.

sumber: detik.com