SIANTAR, HETANEWS.com – Sejumlah lokasi arena adu ketangkasan (Gelper) di kota Siantar yang telah beroperasi bertahunn-tahun dengan modus permainan tembak ikan, ternyata tidak memiliki ijin operasi.

Dugaan ini semakin menguat saat awak media hetanews mengkonfirmasi langsung ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Pematangsiantar (DPMPTSP).

Kabid perijinan, Fani Sidauruk,  dalam keterangannya mengatakan bahwa selama dirinya menjabat tidak pernah ada pihak pengusaha (gelper-red) melakukan komitmen ijin kepadanya.

Baca juga: Gelper Kokoh Beroperasi, Masyarakat Anggap Polisi Mandul

"Jenis usaha apa mereka? Apa nama usahanya? Kalau selama saya di sini, tidak pernah ada mengurus ijin gelper. Ini kita cek di online tidak ada," ujarnya.

Fani juga menambahkan jika dinas perijinan itu tidak bisa lagi melakukan penindakan karena tugas DPMPTSP itu hanya sebagai pelayanan dan penampung pengaduan.

"Kita tidak bisa melakukan penindakan. Tugas kita hanya sebagai pelayanan dan penampung pengaduan. Kalau pun ada masyarakat yang mengadu kepada kita baru kita akan memberikan surat ke pada Satpol PP untuk di cek," ujarnya.

Baca juga: Tersangka pembobol rumah ditangkap saat asik gelperan di SBC

Ketika awak media hetanews kembali mempertegas apakah mungkin ijin usaha tempat bermain disalahgunakan menjadi tempat judi, Fani kembali memberikan penjelasan sederhana.

“Kalau memang ada komitmen antara pengusaha dengan kita dan kita tau itu tempat judi jelas kita tidak akan kasih. Masalahnya mengurus ijin itukan sudah bisa online. Kita tau itu usaha apa kalau mereka datang kepada kita untuk membuat surat kesepakatan," ujarnya.

“Kalau memang tempat itu sudah di salahgunakan menjadi tempat perjudian silakan di laporkan aja ke pihak kepolisian. Kalau tidak suruh aja masyarakat sekitar membuat pengaduan ke dinas perijinan,” tambahnya.

Fani juga menerangkan bahwa prosedur itu yang terpenting. Adanya pengaduan keberatan dari masyarakat barulah pihaknya akan menyurati Satpol PP untuk melakukan pengecekan dan jika terbukti tidak memiliki ijin, pihaknya akan melakukan upaya paksa untuk menutup segera.

Baca juga: Pak Polisi, Masyarakat Mulai Curiga Ada Aliran Dana Dari Judi Gelper