SIANTAR, HETANEWS.com – Warga desa Nagori Bosar Kecamatan Panombean Pane gusar, pasalnya pekerjaan proyek jalan tol membuat akses jalan warga terganggu. Hal itu terungkap dalam pengaduan warga kepada awak media hetanews pada Rabu (20/1/2021).

“Saya rasa semua warga mengharapkan pembangunan tetap lancar, tapi jalan lintas yang setiap hari digunakan maunya tetap menjadi perhatian pemborong/pemerintah.” ujar L.Siahaan, warga yang setiap hari melintasi jalan tersebut.

Pantauan awak media hetanews langsung dipalangan pada Rabu (20/1/2021), kondisi jalan memang tampak hancur. Apalagi truk bermuatan lebih (over kapasitas) mengangkut material ikut melintas dijalan tersebut. Diketahui pekerjaan tol ini akan memakan waktu berbulan bulan.

Proyek tol yang mengabaikan kepentingan warga, jalan yang biasa dilalui warga hancur. (Foto/ay).

Jalan lintas ditutup dengan pengalihan jalan yang dibuat oleh pemborong tol. Namun jalan alternatif yang dibuat sudah hancur dan kupak-kapuk karena hanya terbuat dari cor-an biasa. Sehingga jalan penuh lumpur, lubang dan hancur terutama saat hujan turun.

Melalui media ini, warga masyarakat berharap pemborong pekerjaan tol tersebut juga memperhatikan kepentingan warga pengguna jalan yang setiap hari melintasi jalan tersebut.

"Janganlah untuk membangun sesuatu lebih baik, tapi menghancurkan atau merusak jalan yang sudah ada. Sebaiknya, pihak pemborong juga memperhatikan jalan warga agar arus lalu lintas tetap lancar. Harus saling menghargai pengguna jalan," tambahnya.

Siahaan berharap dibalik pekerjaan tersebut, kepentingan masyarakat khususnya perbatasan Siantar (Kelurahan Nagahuta) menuju perbatasan Simalungun (Nagori Bosar Kecamatan Panombean Pane), jangan terabaikan.