SIMALUNGUN, HETANEWS.com – CMS (29) warga Emplasmen Sidamanik, diancam pidana selama 10 tahun  dan denda 60 juta subsider 1 tahun penjara  oleh JPU di sidang online Pengadilan Negeri Simalungun pada Rabu (20/1/2021).

CMS terbukti telah melakukan persetubuhan dengan seorang remaja berusia 13 tahun, sebut saja Mita (nama samaran) yang masih bertetangga dengan CMS di Emplasemen Sidamanik.

Persetubuhan tersebut dilakukan berulangkali sekitar bulan April hingga Juli 2020 di rumah terdakwa CMS.

Awalnya korban Mita disuruh ibunya meminjam setrika dari rumah istri terdakwa, tapi saat itu cuma CMS yang ada di rumah. Kesempatan itu digunakan terdakwa membujuk Mita dan berhasil menyetubuhinya di lantai dapur rumah.

"Korban mengaku suka dan cinta sama CMS, meski mengetahui sudah memiliki istri dan anak," jelas Fransiskus, pengacara posbakum PN Simalungun..

Hal itu menurut Fransiskus, terungkap dalam persidangan hanya saja tidak ada perdamaian, ucapnya usai persidangan.

Meski korban mengaku suka, namun korban masih dibawah umur dan dilindungi Undang Undang. Apalagi dilakukan atas bujuk rayu, tetap saja CMS harus menerima konsekuensi hukumnya, katanya lagi.

CMS dipersalahkan jaksa Fransiska Sitorus melanggar pasal 81 ayat (2) UU RI No.17/2016 tentang penetapan PERPPU No.1/2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No.23/2002 tentang Perlindungan Anak (PA).

Untuk mendengarkan vonis, persidangan dipimpin ketua majelis hakim Hendrawan Nainggolan SH ditunda hingga Selasa (26/1/2021) mendatang.