HETANEWS.com - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berhasil mengunduh data pada Flight Data Recorder (FDR) pesawat Sriwijaya Air SJ-182 pada Senin (18/1). Total data dalam FDR berisi 18 penerbangan, termasuk penerbangan terakhir dengan rute Jakarta-Pontianak yang mengalami kecelakaan.

“Kami sudah mengunduh data flight data recorder (FDR) dan kami sampaikan bahwa data dari FDR sudah bisa kami dapatkan, sudah berhasil diunduh, dengan total 370 parameter, 27 jam atau 18 penerbangan, termasuk penerbangan yang mengalami kecelakaan,” kata Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT, Captain Nurcahyo Utomo dalam keterangannya, Selasa (19/1).

Nurcahyo mengungkapkan, pihaknya belum bisa mempublikasikan data dari FDR tersebut. Menurutnya, data yang berada di dalam FDR akan memberikan petunjuk dugaan kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1).

“Kami juga masih sangat mengharapkan dapat ditemukannya cockpit voice recorder (CVR) untuk mendukung data-data yang sudah kami peroleh dari FDR,” ungkap Nurcahyo.

Nurcahyo mengharapkan, dalam 30 hari ke depan bisa memberitahu ke publik mengenai isi dari FDR. Hal ini untuk mengetahui penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air.

“Kami berharap bahwa dalam 30 hari setelah kecelakaan, kami akan mempublikasikan laporan awal atau preliminary report dan apabila nanti preliminary report akan dipublikasikan, kami akan menyampaikan kepada masyarakat luas,” ujar Nurcahyo.

Dalam mengungkap kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182, sambung Nurcahyo, pihaknya dibantu oleh tim dari Amerika Serikat (AS) dan Singapura. Investigator dari AS sendiri berjumlah 11 orang.

Baca juga: Bayi 11 Bulan Korban SJ-182 Itu Terbang Bersama Ibu dan Kakaknya untuk Beri Kado kepada sang Ayah

“Minggu kemarin telah hadir bersama KNKT untuk berpartisipasi dalam investigasi tim dari Amerika, terdiri dari empat dari NTSB (Dewan Keselamatan Transportasi Nasional), empat dari Boeing, dua dari FEE, dan satu dari General Electric sebagai pabrik pembuat mesin, jadi total dari Amerika ada 11 orang,” ucap Nurcahyo.

Keterlibatan tim dari AS, sejalan dengan aturan internasional yang mengatur mengenai keselamatan transportasi. Hal ini sesuai dengan ketentuan dari ICAO (Organisasi Penerbangan Sipil Internasional) Annexes 13.

“Di mana negara pembuat dan pendesain pesawat berhak berpartisipasi dalam investigasi,” beber Nurcahyo.

Selain AS, dua tim investigasi dari Singapura juga turut dilibatkan. Keduanya dari Transport Safety Investigation Bureau (TSIB) Singapura. Partisipasi dari negara tetangga itu lantaran adanya sebuah kerja sama antar negara-negara di Asia Tenggara.

“Dalam hal ini partisipasi sesuai dengan kerja sama negara-negara ASEAN,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat Sriwijaya SJ-182 rute Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (9/1) sekitar pukul 14.40 WIB.

Pesawat yang bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta tersebut mengangkut penumpang sebanyak 62 penumpang, terdiri dari 6 awak aktif, 40 dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi dan 6 awak sebagai penumpang.

Baca juga: Bakamla Temukan Serpihan dan Rambut Korban Pesawat Sriwijaya Air SJ182

Sumber: jawapos.com