MEDAN, HETANEWS.com - Bayi kembar siam bernama Adam dan Aris, yang berasal dari Dusun Sei Kelapa II, Desa Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhan Batu, akan menjalani operasi pemisahan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (20/1/2021).

Sekretaris Tim Penanganan Bayi Kembar Siam RSUP Haji Adam Malik Medan, Rizky Adriansyah mengatakan, kondisi bayi kembar siam Adam dan Aris, yang kini berusia 1 tahun 9 bulan 10 hari, dan lahir di RSUP Haji Adam Malik pada tanggal 9 Desember 2019 lalu, dalam keadaan sehat. Berat bayi kembar siam ini sekitar 16 kilogram.

"Jika ada ada halangan, operasi pemisahan bayi kembar dempet dada dan perut ini, akan akan dilaksanakan di ruang operasi Gedung CMU (Central Medical Unit) RSUP Haji Adam Malik. Operasi pemisahan dipimpin oleh Prof dr Guslihan Dasa Tjipta SpA(K). Ada sebanyak 50 orang tenaga medis dilibatkan," ujar Rizky Adriansyah.

Rizky menyampaikan, puluhan tenaga medis yang dilibatkan itu meliputi dokter subspesialis yang meliputi dokter spesialis bedah anak, dokter spesialis anestesi pediatrik, dan dokter spesialis anak.

Dalam melakukan operasi, kalangan tenaga medis ini juga menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran.

"Seluruh tenaga medis wajib menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker dan juga akan menjalani swab untuk screening Covid-19. Upaya sterilisasi demi mengantisipasi kemungkinan yang tidak diinginkan, apalagi operasi ini dilaksanakan saat masih pandemi Covid-19," katanya.

Menurutnya, operasi pemisahan bayi kembar siam sudah pernah dilakukan di RSUP Haji Adam Malik Medan.

Pada tahun 2005 lalu, tenaga medis di rumah sakit ini berhasil melakukan operasi pemisahan bayi kembar siam Mariana-Mariani asal Aceh Timur. Kemudian, operasi pemisahan Adam-Malik asal Tapanuli Utara pada 2019.

Sementara itu, orangtua dari kembar siam Adam dan Aris, Nur Rahmawati (26) dan Supono (32), mengharapkan proses operasi pemisahan anaknya dapat berjalan dengan lancar. Supono bersama istrinya mengaku sudah sepenuhnya menyerahkan kepada tenaga medis untuk operasi tersebut.

"Kami berdoa agar kedua anak kami ini dapat dipisahkan dalam kondisi selamat. Semoga tidak ada kendala yang dihadapi tenaga medis saat melakukan operasi pemisahan," sebutnya.

Sumber: beritasatu.com