SIANTAR, HETANEWS.com - Masa kepemimpinan Walikota Hefriansyah dan Wakilnya Togar Sitorus akan berakhir seiring terpilihnya Walikota dan Wakil Walikota Siantar pada Pilkada Serentak 9 Desember 2020.

Selama kepemimpinan Hefriansyah-Togar, banyak pihak merasa tidak puas dengan kinerja yang dilakukan kedua pejabat publik tersebut. Bahkan ada yang menganggap seperti tidak ada kepala daerah.

Seperti yang disampaikan Ketua Umum Himapsi Rado Damanik. Menurut Rado, warga tidak merasakan adanya terobosan baru membangun kota Siantar ke arah yang lebih lebih baik .

"Selama kepemimpinan Hefriansyah, kita tidak merasa bahwa di Kota Siantar ini ada Walikota. yang kita rasakan malah kehadiran Hefriansyah itu adalah belenggu bagi masyarakat kota Siantar," Kata Rado saat dihubungi melalui telepon, Selasa (19/1/2021).

Rado tidak ragu dengan pernyataannya itu. Ia menyebut selama kepemimpinan Hefriansyah-Togar tidak ada hasil dari yang dilakukan untuk membangun siantar. 

Itu dibuktikan, kata dia, sudah dua kali DPRD Kota Siantar mengajukan hak angket untuk memakzulan Walikota Siantar Hefriansyah.

"Lain lagi soal tidak adanya Sekda Kota Siantar yang defenitif. Sebab semua PJ Sekda ataupun Plh Sekda diambil dari luar daerah, artinya tidak ada regenerasi kepemimpinan di kota SIantar," jelas Rado.

Ia juga menyesalkan banyak proyek pembangunan di Kota Siantar yang yang mangkrak, seperti Outeringroad di Tanjung Pinggir, Gedung GOR dan Tugu Sangnaualuh.

Kondisi pandemi

Sementara itu, Ketua Program Studi Pascasarjana STIE Sultan Agung Robert Tua Siregar Ph,D berpendapat, Pandemi Covid-19 selama Tahun 2020 tentu merupakan musibah yang dilalami secara Global.

Sehingga realisasi sesuai perencanaan, dari program pembangunan mengalami perubahan atau recofusing pada anggaran. Hal itu juga terjadi di masa kepemimpinan Hefriansyah-Togar.

"Untuk pemerintah Kota Siantar hal yang sama juga dialami, untuk itu terjadi perubahan scenario pembangunan yang mengutamakan pada penanganan pandemic covid-19," jelas Robert.

Menurutnya, penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi selama pandemi sangat perlu dilakukan. Hanya di Kota Siantar begitu terasa.

"Sehingga kita dapat melihat secara fisik bahwa pelaksanaan pembangunan tidak lagi optimal, namun hal ini juga seharusnya dilakukan untuk penangan pandemic covid-19 khususnya kesehatan dan pemulihan ekonomi," katanya  melalui keterangan tertulis.

Masih kata Robert, pelaporan keuangan selama ini tidak dilaporkan dengan baik jika diamati dari hasil pemeriksaan. 

"Jika saya interpretasikan dalam pelaporan keuangan yang telah digunakan ada beberapa pos yang tidak dapat secara baik dilaporkan atau penyajiannya dalam hasil pemeriksaan," katanya.

Baca juga: Ibu – ibu dari Forum Masyarakat Miskin Sebut Wali Kota Siantar Pengecut