SIANTAR, HETANEWS.com - Badan Narkotika Nasional Kota [BNNK] Siantar menanggapi batalnya Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) terkait Pencegahan dan Pemberantasan Penyalagunaan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Tahun 2020.

Kepala BNN Kota Siantar Drs Tuangkus Harianja mengatakan, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Inpres No 2 tahun 2020 tentang P4GN. 

Dimana semua kementerian lembaga wajib  menanggulangi masalah narkoba, baik Gubernur, Walikota/Bupati.

"Kalau tidak ada perda, bagaimana kita mengalokasikan anggaran untuk menanggulangi narkoba. Kalau tidak ada Perda berarti tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkoba," kata Tuangkus saat dihubungi melalui telepon, Selasa (19/1/2021).

Ia menjelaskan, jika P4GN ditetapkan sebagai Perda tentu ada anggaran APBD untuk menanggulangi masalah narkoba. 

Mengenai gagalnya pembentukan Perda P4GN di Kota Siantar, ia menyebut penanggulangan Narkoba menjadi tanggungjawab bersama. Lain itu, Presiden juga menyurakan Indonesia saat ini sedang darurat narkoba.

"Sebenarnya tidak ada alasan P4GN itu ditolak dan sepatutnya semua harus mendukung program pemerintah dalam rangka memerangi masalah narkoba," kata Tuangkus.

Saat ini pihaknya mendorong DPRD Siantar untuk mengatasi persoalan maraknya Narkoba di Kota Siantar.

"Kita mendorong DPRD Kota Siantar agar ada aturan atau badan hukum ataupun perda untuk bisa mengatasi persoalan masalah narkoba. Bila tidak ada campur tangan pemerintah dalam hal ini tidak akan selesai masalah narkoba ini," jelasnya.

Sebelumnya, Komisi A DPRD Provinsi Sumatera Utara melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kota Siantar tentang P4GN. Rombongan dipimpin oleh Ketua Komisi A DPRD Sumut Hendro Susanto, pada Kamis (14/1/2021).

Pada kesempatan itu, Hendro Susanto menyampaikan agar Pemko Siantar, Polres SIantar dan BNN bersinergi dalam memutus mata rantai narkoba.

" Kita ketahui Kota Siantar salah satu daerah yang cukup masif penyebaran narkoba. Untuk itu kami berharap kepada Pemko, Polres, dan BNN Kota Pematangsiantar dapat terus bersinergi untuk memutus mata rantai penyebaran narkoba di Kota Siantar," jelas Hendro.

Baca juga: Dari Rawan Narkoba Kelurahan Karo Siap Bersinar