SIMALUNGUN, HETANEWS.com - SD alias Miduk (35), warga Huta I Pengkolan Nagori Parbutaran Kecamatan Bosar Maligas, terbukti mencabuli keponakan sendiri, sebut saja Dina (12 tahun).

Terdakwa dituntut 10 tahun denda Rp 60 juta subsider  7 bulan oleh jaksa Fransiska Sitorus disidang online di Pengadilan Negeri Simalungun, Senin (18/1/2021).              

Percabulan tersebut dilakukan terdakwa sekitar bulan Mei 2020 di dalam rumah terdakwa. Korban dipanggil terdakwa dan menyuruh korban untuk memijat badan terdakwa. Lalu SD  mencoba mencabuli korban dengan disertai ancaman.

"Awas kalau kau kasi tahu sama orang lain, kubunuh kau" ancam terdakwa sambil menyuruh korban pergi.

Hasil  visum No. 10315/VI/UPM/IX/2020 tertanggal 16 September 2020 yang dibuat dan ditandatangani dr Martha Silitonga SpOG dokter pada RSU Dr Djasamen Saragih P Siantar menyimpulkan alat vital korban mengalami luka robek akibat dilalui benda tumpul.

Terdakwa dipersalahkan jaksa melanggar pasal 81 UURI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak yang telah ditetapkan menjadi UURI No 17 tahun 2016 tentang penetapan pengganti UU(Perpu) No 1 tahun 2016 tentang Perubahan UU No 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan  Anak.

Atas tuntutan jaksa terdakwa memohon keringanan hukuman dengan alasan sangat menyesali atas perbuatannya. Untuk mendengar vonis,  persidangan dipimpin majelis hakim diketuai Roziyanti SH ditutup dan dibuka kembali pada Senin (25/1) mendatang.