SERGAI, HETANEWS.com - Di masa pandemi covid 19 ini masyarakat harus terus diberikan edukasi mengenai pencegahan agar tidak terpapar covid-19.

Hal ini yang kemudian mendorong Esrani Novia Siregar Mahasiswa Praktikum II Ilmu Kesejahteraan Sosial Fisip USU, dibawah bimbingan Bapak Fajar Utama Ritonga, S.Sos, M.Kesos, untuk melaksanakan kegiatan praktikum di Desa Sarang Giting Kahan, Kecamatan Bintang Bayu, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara.

Hasil observasi dan assesment dilakukan pada masa praktikum awal oktober 2020 menemukan fakta masyarakat Desa Sarang Giting Kahan terkhusus anak-anak masih mengabaikan pentingnya menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi. Dari hasil assessment yang telah dilakukan, lahirlah rencana edukasi pencegahan covid-19 kepada anak- anak Desa Sarang Giting Kahan.

Spanduk adaptasi kebiasaan baru (Foto: Esrani Siregar)

Perencanaan program ini dilaksanakan di aula Kantor Desa dan di Lapangan Pajak Desa Sarang Giting Kahan menggunakan metode FGD (Focus Grup Discussion). FGD yang dilaksanakan setiap hari Rabu, Kamis, dann Jumat ini melibatkan anak-anak, pemuda sampai aparatur Desa Sarang Giting Kahan.

Adapun metode yang dipergunakan dalam kegiatan Praktikum adalah:

  • Sosialisasi, dalam pelaksanaan sosialisasi praktikan mengajak anak-anak berkumpul di  lapangan pajak Desa Sarang Giting Kahan dimulai dengan pendekatan dengan cara memperkenalkan diri satu persatu  sambil bermain games “Tanya Jawab” mengenai apa itu covid-19. Melalui metode ini juga perlahan menyuntikkan kesadaran kebiasaan baru di masa pandemi dengan penerapan protokol kesehatan.
Praktik langsung cara mencuci tangan dengan sabun (Foto: Esrani Siregar)
  • Melakukan praktik mencuci tangan dengan standart WHO, dalam praktik mencuci tangan ini praktikan sudah terlebih dahulu mempersiapakan perlengkapan untuk praktik langsung mencuci tangan lalu praktikan memberikan penjelasan serta melakukan contoh cara mencuci tangan pakai sabun dengan menyanyikan lagu 6 langkah cuci tangan agar anak-anak lebih gampang mengingatnya. Praktik dilakukan secara bergilir oleh anak-anak dengan cara mengantri untuk memastikan apakah mereka benar-benar sudah mengerti. 
  • Menerapkan wajib menggunakan masker, setelah adanya sosialisasi wajib menggunakan masker maka disetiap pertemuan kegiatan anak-anak akan dilihat perkembangannya mengenai kesadaran diri mereka dalam  menggunakan masker tanpa disuruh dan untuk mereka yang sadar menggunakan masker akan mendapat reward (hadiah) sedangkan mereka yang tidak menggunakan masker maka praktikan memberikan sanksi kepada anak-anak agar memberikan efek jerah.

Praktikum yang berlangsung kurang lebih 3 bulan ini tidak hanya melakukan edukasi tentang pencegahan covid-19  tetapi juga melakukan kegiatan pemebelajaran seperti membangun kembali sifat nasionalisme yaitu mengingat kembali sila-sila pancasila, isi UUD  1945, dan menyayikan lagu-lagu kebangsaan. Setiap kegiatan juga selalu diselingi games ketangkasan untuk membangun semangat anak-anak Desa Sarang Giting Kahan.

Memberikan sangsi kepada anak yang tidak memakai masker agar memberikan efek jera (Foto: Esrani Siregar)

Adapun dampak dari praktikum ini yang dapat dilihat oleh praktikan berupa perkembangan kesadaran protokol kesehatan di Desa Sarang Giting Kahan, terutamanya anak-anak. Dikarenakan aktifnya mobilitas anak-anak, maka mereka tampak mulai menyadari pentingnya membawa hand sanitizer.

Berakhirnya praktikum di Desa Sarang Giting Kahan, ditandai dengan acara perpisahan kecil-kecilan dengan anak-anak Desa Sarang Giting Kahan. Acara diisi dengan membagikan souvenir berupa masker dan hand sanitizer juga memasang spanduk adaptasi kebiasaan baru pencegahan covid-19 di Desa Sarang Giting Kahan serta tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada masyarakat serta aparatur Desa Sarang Giting Kahan yang telah mendukung kegiatan praktikum ini.