SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Muhammad Asrul (25) menceritakan kesialan yang dialaminya belum lama ini. Sepeda motor Honda Beat dan HP Xiaomi miliknya hilang dicuri.

Ia mengetahui kejadian itu saat bangun tidur pada subuh, Jumat (15/1/2021) sekitar pukul 05.00 WIB di rumahnya di Jalan Anjangsana Karangsari, Nagori Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun,

Ia kaget melihat Honda Beat yang diparkir di ruang dapur lenyap. Posisi pintu dapur dan ruang tamu sudah terbuka.

"Pas bangun langsung kekamar mandi, tau-tau melihat kereta [Motor] sudah hilang. Terus saya cek handphone dikamar, hilang juga,” ujar Asrul.

Ia menduga pencuri beraksi membongkar pintu dan jendela rumah semi permanen itu. Pencuri masuk dari jendela depan dengan mencongkel jerjak jendela.

Apalagi pintu kamar tempat dirinya istirahat juga tidak memiliki pintu. Sehingga pencuri bisa leluasa masuk dan menggasak barang berharga.

"Ada bekas congkelan grendel dan jendela. Mungkin di congkelnya pakai obeng, tapi kami waktu tidur itu sama sekali nggak ada merasa gelisa,”

“Suara-suara pun nggak ada kami dengar. Memang kunci kereta saya letakkan ngasal, orang biasa nggak hilang. Padahal kereta udah lunas itu," ujarnya sedih.

Enggan lapor Polisi

Asrul berupaya mencari di sekeliling rumahnya. Namun ia tidak berhasil menemukan jejak pencuri. Ia meminta rekaman CCTV tetangga, sementara pemilik rumah yang punya CCTV di luar kota.

"Dari pagi sampai sekarang saya terus mencari. Memang ada sih CCTV tetangga, tapi mereka masih pergi. Nantilah mau saya minta itu hasil rekaman CCTV-nya, ya mana tau sempat terekam aksi pelakunya," ujar Asrul mengaku rugi sekitar Rp 14 juta lebih.

Kejadian itu buat Asrul ikhlas meski kerugian yang dialaminya cukup besar. Ia pun mengaku enggan melapor kejadian itu pihak yang berwajib. Menurut dia upaya itu percuma.

"Percuma melapor [Polisi], wajib banyak keluar uang. Karena tetangga saya gitu juga. Hilang barang-barang nya terus melapor, tapi nggak ada hasil dan uangnya pun keluar banyak,” ucap Asrul.

Asrul berharap dari peristiwa yang dialaminya Polisi lebih berbenah dan sering patroli di sekitar kampungnya. “Ikhlas saja lah kami, semoga dengan kejadian ini polisi mau patroli karena sudah sering kejadian serupa disini," tutupnya.

Baca juga: Kapolres Simalungun Himbau Jelang Nataru Tidak Ada Keramaian