SIANTAR, HETANEWS.com - Puluhan pemuda yang mengatasnamakan dirinya Pemuda Anti Korupsi [PAK] berunjuk rasa di kantor Kejari Siantar, Jalan Merdeka, Kamis (14/1/2021).

Massa mendesak Kejari Siantar mengusut dugaan korupsi yang terjadi di Kota Pematangsiantar diantaranya hasil temuan BPK tentang proyek pembangunan jembatan VIII STA 13.441 berbiaya Rp 14,4 Milyar.

Menurut pengunjuk rasa, dana yang harus dikembalikan dari temuan tersebut senilai Rp  2,9 Miliar. Namun hingga saat ini belum jelas proses pengembaliannya.

Dengan kejadian itu, massa meminta Kejari Siantar  segera mengusut agar kerugian negara dapat dikembalikan secepatnya dan memeriksa oknum yang terlibat dalam pekerjaan tersebut.

Massa mendesak agar kejaksaan selaku Aparat Penegak Hukum (APH) bekerja cepat dalam menuntaskan berbagai kasus dugaan korupsi. 

Pantauan Hetanews di lokasi, unjuk rasa berlangsung damai dengan durasi waktu lebih kurang 15 menit ditambah pengawalan dari polisi dari Polres Siantar. Massa meninggal lokasi tanpa meminta penjelasan dari pihak Kejari Siantar.

Kasi Intel Kejari Siantar BAS Faomasi Jaya Laia mengatakan, jika pihaknya akan segera mengusut dugaan dana yang harus dikembalikan  bekerjasama dengan inspektorat.

Sementara terkait oknum jaksa yang diperiksa oleh Tim Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan [Jamwas] kata BAS  terkait masalah internal dan administrasi.

"Oknum jaksa sudah diperiksa Jamwas terkait internal dan sudah clean and clear artinya sudah tuntas dan tidak ada masalah," jelasnya.

Pihaknya juga berjanji akan menuntaskan segala kasus korupsi di Kota Siantar. Jika ada OPD yang resah jika diperiksa jaksa selaku APH, menurut BAS, patut diduga OPD tersebut menyalahgunakan wewenang.

"Patut diduga melakukan korupsi, koorporasi untuk memperkaya diri sendiri atau mengambil keuntungan pribadi atau bekerja tidak sesuai aturan yang ada," ucap BAS menjelaskan.

Baca juga: Pasca Libur Nataru Kejari Siantar Gelar Rapid Test