Sulawesi Utara, hetanews.com - Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan COVID-19 Sulawesi Utara (Sulut), dr Steaven Dandel mengatakan jika seseorang yang pernah terpapar COVID-19, akan memiliki sistem kekebalan dalam tubuh.

Menurut Dandel, hal ini yang membuatnya tidak lagi masuk dalam kategori akan mendapatkan vaksin corona.

Lanjut menurutnya, jika sudah ada kekebalan tubuh terhadap virus corona, maka pemberian vaksin corona akan mubazir, walaupun tidak akan memberikan efek apapun untuk dirinya.

Tujuan vaksinasi adalah untuk merangsang tubuh membentuk kekebalan dalam tubuh seseorang terhadap virus. Jadi, orang yang sudah pernah terpapar COVID-19, asumsinya sudah ada sistem kekebalan, sehingga pemberian vaksin justru tidak lagi diperlukan," kata Dandel.

Lalu, bagaimana jika ada orang yang tidak tahu telah terserang COVID-19 atau dengan istilah Orang Tanpa Gejala (OTG), yang kemudian disuntik vaksin corona? Dandel mengatakan, hal tersebut tidak ada masalah, karena penyuntikkan virus corona kepada orang yang telah punya kekebalan, tidak akan berpengaruh apa-apa.

"Yang disayangkan tentu dosis vaksin corona akan terbuang percuma, karena ternyata kita menyuntikannya kepada orang yang sudah punya kekebalan tubuh. Tapi, terkait apakah ada efek negatif, tentu saja tidak. Tidak ada efek negatif untuk orang yang sudah pernah sembuh dari COVID-19 ketika disuntik vaksin corona," kata Dandel kembali.

sumber: kumparan.com