Simalungun, Hetanews.com - Edy Fernando Silalahi (38) warga jalan H Ulakma Sinaga Kompleks Perumahan Graha Harmoni menjadi terdakwa dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) pada persidangan yang berlangsung Selasa (12/1/2021).

Edi mengatakan tidak pernah memukul korban LLS (istrinya). Dirinya hanya memergoki istrinya itu bersama laki laki lain di dalam rumah kontrakan jalan Lau Cimba Nagori Rambung Merah pada Senin, 22 Juni 2020 sekira pukul 19.30 wib.

Malam itu, menurut terdakwa dirinya dengan memanjat tembok belakang rumah yang tingginya lebih kurang 2 meter. Melihat istrinya bersama JS sedang berbincang bincang. Lalu terdakwa mengatakan "ketangkap basah kalian berdua". Sedangkan JS langsung keluar dari pintu depan. Terdakwa emosi dan mendorong korban ke arah pintu.

Menurut dakwaan jaksa sebelumnya, LLS menelpon JS bermaksud mau minta tolong karena di belakang rumahnya banyak ulat bulu. 

Di depan majelis hakim, Edy juga mengakui masih berupaya mempertahankan rumah tangganya bersama istrinya yang kini telah dikaruniai 4 anak. Saat ini istrinya LLS masih aktif bekerja di salah satu Bank BUMN.

"Saya berupaya mempertahankan rumah tangga saya pak hakim," kata terdakwa  kepada hakim melalui sidang online. 

Terdakwa melalui kuasa hukumnya juga menunjukkan bukti rekaman video yang menunjukkan tidak ada pemukulan.

Hanya saja hakim berpendapat lain, karena sesuai hasil visum korban luka tidak pada satu titik saja. Dalam perkara ini, terdakwa Edy akan menghadirkan saksi yang meringankan dirinya. Untuk itu, persidangan dipimpin hakim Hendrawan Nainggolan SH ditunda hingga Selasa mendatang.