Simalungun, Hetanews.com - Rapat Dengar Pendapat (RDP), DPRD Simalungun komisi IV desak Dinas pendidikan menindak sekolah yang tetap melakukan tatap muka dan juga agar dinas pendidikan jangan hanya diam tapi membuat suatu kebijakan agar belajar daring lebih efektif.

Boston Tindaon selaku ketua komisi IV dprd Simalungun menyayangkan sikap beberapa sekolah swasta di kabupaten Simalungun telah melakukan pembelajaran secara tatap muka.

"Ada beberapa sekolah swasta yang telah melakukan tatap muka namun tidak adanya ketegasan dari pemerintah. Jadi kita berharap melalui dinas pendidikan teguran apa yang di berikan kepada sekolah-sekolah mana yang telah melakukan tatap muka. Karena tujuan kita itu memutus rantai penyebaran covid-19," ujarnya Rabu, (13/1/2021).

Bernard Damanik juga meminta agar dinas pendidikan membuat upaya agar belajar daring itu lebih efektif dan para guru jangan hanya memakan gaji buta. Begitu juga dengan dinas pendidikan jangan hanya di kantor saja menunggu dan entah apa yang mau di tunggu.

"Buatlah upaya dan janagan hanya diam saja. Karena belajar daring ini kurang efektif. Jadi saya meminta kepada pihak dinas pendidikan agar melakukan upaya," ujarnya.

Seharusnya adalah kebijakan dari dinas pendidikan seperti upaya guru mendatangi anak-anak karena kan hampir semua guru-guru itu kan tinggal di lingkungan sekolah. 

"Apalagi anak didik kita juga rata-rata rumahnya di dekat sekolah. Jangan hanya tinggal diam ibu. Ini ibu hanya diam tanpa ada kebijakan atau membuat upaya kebijakan. Karena tidak semua orang tua murid itu yang mampu membeli HP," tegasnya. 

Menanggapi pernyataan para dewan, kepala dinas pendidikan Elfiani Sitepu mengatakan tidak ada kebijakan maupun ijin dari dinas pendidikan untuk sekolah belajar tatap muka.

"Tidak kebijakan, itu harus ditutup. Yang sembunyi-sembunyinya itu dan itupun sudah kami sarankan. Kalau surat edaran kami tidak ada yang tatap muka kecuali kalau sudah dapat ijin dari gugus. Yang artinya gugus sudah turun untuk melihat sekolah apakah sudah memenuhi syarat prokesnya. Barulah bisa dan ada nya syarat persetujuan dari orang tua ini kan dari kita dan gugus tidak ada jadi yang sembunyi-sembunyinya itu," ujarnya.

Kalau untuk kebijakan dari dinas pendidikan untuk para sekolah yang masih daring agar tetap melakukan daring.

"Kalau memang sinyal tidak ada kita sudah sarankan guru untuk berkunjung ke rumah siswa dan di buat 2-3 orang murid. Karena ke sekolah juga belum bisa jadi hanya itulah masih kebijakan yang di buat dinas pendidikan," ujarnya.