Simalungun, Hetanews.com - Pemindahan Rumah Sakit Rondahaim dari Pematang Raya ke Batu 20 berdampak pemberhentian sementara BPJS kesehatan terkuak setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) komisi IV DPRD Simalungun dengan Dirut RS Rondahaim dan pihak BPJS kesehatan Simalungun Rabu, (13/1/2021).

RDP yang dipimpin langsung ketua komisi IV Binton Tindaon menanyakan langsung alasan pihak BPJS kesehatan memberhentikan RS Rondahaim sebagai penerima BPJS kesehatan.

"Kenapa di berhentikan padahal masyarakat sangat membutuhkan BPJS kesehatan," tanya Binton kepada pihak BPJS pada saat rapat.

Korri Manurung selaku perwakilan BPJS kesehatan Simalungun diwawancarai usai RDP mengatakan kalau pihaknya tidak ada melakukan pemberhentian.

"Tidak ada pemberhentian namun karena sudah berpindah tempat makanya kita meminta pihak RS Rondahaim melengkapi berkas. Dan ini sudah tertuang di peraturan. Tidak mungkin kan kami melanggar peraturan," ujarnya sembari menegaskan tidak ada pemberhentian dan berlalu meninggalkan wartawan.

Di ruang rapat Debora, Dirut RS Rondahaim mengatakan telah berkoordinasi dengan kementerian kesehatan.

"Hasil dari Kemenkes bahwa kami di memberikan kemudahan dengan membuat surat komitmen sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat agar tetap dapat menggunakan BPJS kesehatan di RS Rondahaim," ujarnya.

Masih dengan Debora, mengatakan kalau pihak RS Rondahaim sedang melengkapi berkas-berkas yang di minta oleh pihak BPJS.

Mendengar hal tersebut anggota fraksi Partai Golkar mengatakan kalau komisi IV DPRD Simalungun siap membantu dalam pengurusan BPJS kesehatan agar dapat di gunakan masyarakat di RS Rondahaim.

"Kalau memang ibu Debora merasa sulit kita siap bersama-sama agar tujuan kita cepat terlaksana untuk melayani masyarakat," tegasnya yang di sambut baik anggota DPRD Simalungun komisi IV.