Samosir, Hetanews.com - Paket pekerjaan penanganan jalan akses ke Wisata Rohani Sibea-Bea yang terletak diantara dua desa Turpuk sihotang dan Janji martahan kecamatan Harian Kabupaten Samosir,hingga kini belum rampung

Akhirnya PPK (epajabt pembuat komitment-red), Tambos Nainggolan, buka bicara dan sangat apresiasi masukan dan kritikan dari para awak media selama ini, yang mana turut mengawasi dalam memberikan masukan yang positif dalam rangka mendukung kwalitas pekerjaan tersebut.

Hal ini terungkap kepada kotributor hetanews samosir pada Sabtu(8/1/2021) via telepon selulernya.

"Maaf lae kebetulan saya saat ini lagi di medan,” tuturnya mengawali perbincangan.

“Kami dari pihak PPK sangat apresiasi atas bantuan para teman-teman media yang turut mengawasi dan memberikan masukan,sehingga kegiatan bisa lebih baik lagi sesuai yang kita harapkan,” ujarnya.

“Saya selaku PPK-nya,mempunyai tanggungjawab, selain kualitas secara teknik,juga menjadi beban moral yang besar selaku,putra daerah samosir juga,” imbuhnya

Terkait regulasi dan peraturan yang sudah terikat kontrak semuanya kita akan laksanakan dengan baik tanpa ada terabaikan satupun,dan denda keterlambatan pasti akan kita hitung semuanya lae,"pungkas Tambos mengakhiri.

Adapun pagu anggaran kegiatan tersebut sebesar kurang lebih Rp.24 milliar yang bersumber dana APBN Tahun Anggaran 2020, yang dikerjakan pihak kontrantor PT.Matio Jaya Cemerlang yang berkantor pusat di Tobasa.

Pekerjaan konstuksi ini sudah dimulai pada akhir bulan Juni 2020 tahun lalu , namun hingga kini tampak belum selesai padahal waktu  yang diberikan pemerintah hanya 210 hari kelender hari kerja.

Adapun kegiatan pekerjaan di lokasi objek wisata kristiani ini berupa pekerjaan hotmix dengan volume pekerjaan sepanjang 2.500 meter ditambah pekerjaan lanjutan, seperti pengerjaaan dix saluran, vaving blok serta pagar pengaman jalan.

Informasi yang beredar saat ini, belum ada proses serah terima pekerjaan dari pihak kontraktor dari pemberi pekerjaan, namun sangat disayangkan adanya orang yang tidak bertanggung-jawab tampak melalukan pengutan liar dengan dalil uang kebersihan di lokasi tersebut.

Disini diharapkan kepada pemerintah setempat agar menghimbau oknum masyarakat supaya jangan melakukan kutipan liar, sehingga tidak melahirkan stigma buruk dari masyarakat luar terhadap kawasan objek wisata tersebut.

Hingga berita ini diturunkan pihak kontraktor seperti direktur perusahaan belum bisa ditemui dilapangan,sehingga terbatas hasil konfirmasi investigasi sesuai fakta lapangan yang dilayangkan menjadi konsumsi publik. 

Baca juga: Kontraktor diduga abaikan protokol K3 dalam pengerjaan proyek infrastruktur di Samosir