Siantar, Hetanews.com - Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) atau Antam berada di posisi Rp965 ribu per gram pada Rabu (13/1). Harga emas tercatat naik Rp8.000 dari Rp957 ribu per gram pada Selasa (12/1).

Lalu, harga pembelian kembali (buyback) naik Rp10 ribu per gram dari Rp839 ribu menjadi Rp849 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp532,5 ribu, 2 gram Rp1,87 juta, 3 gram Rp2,78 juta, 5 gram Rp4,6 juta, 10 gram Rp9,14 juta, 25 gram Rp22,73 juta, dan 50 gram Rp45,39 juta.

Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp90,71 juta, 250 gram Rp226,51 juta, 500 gram Rp452,82 juta, dan 1 kilogram Rp905,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX naik 0,92 persen ke posisi US$1.861,1 per troy ons. Kemudian, harga emas di perdagangan spot menguat 0,43 persen ke US$1.862,79 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memperkirakan harga emas semakin perkasa hari ini. Sebab, kekhawatiran pasar mengenai perkembangan kasus covid-19 semakin meningkat.

Selain itu, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) dan harapan stimulus fiskal besar dari pemerintahan Joe Biden juga memberikan sentimen positif untuk harga emas. Oleh karena itu, Ariston memperkirakan harga emas tetap di zona hijau hari ini.

"Penguatan mungkin bisa ke kisaran resistance US$1.890-US$1.900 per troy ons, sementara support di level US$1.830 per troy ons," ungkap Ariston seperti dilansir hetanews.com dari sumber CNNIndonesia.com.

Sementara, pelaku pasar akan menunggu data Indeks Harga Konsumen AS malam nanti. Nantinya, data tersebut akan mempengaruhi harga emas ke depannya.

"Hasil yang lebih bagus dari ekspektasi bisa mendorong penguatan dolar AS dan pelemahan harga emas," pungkas Ariston.

SUMBER

cnnindonesia.com