Siantar, Hetanews.com – Dua pupuk subsidi jenis SP dan ZH  sudah dihentikan dan tidak tercantum di aplikasi sejak awal tahun 2021. Hal itu terilhat dalam aplikasi pengajuan pupuk bersubsidi.

Hendra Pardede, salah seorang pelaku usaha penjualan pupuk di Kota Siantar menuturkan, saat ini para distributor sudah harus melakukan pemesanan pupuk subsidi secara online melalui aplikasi.

Kata Hendra, sebelumnya pupuk bersubsidi terdiri dari berbagai jenis seperti Urea, Poska, ZH dan SP. Namun belakangan jenis SP dan ZH tidak ada di aplikasi.

"Pengajuan pupuk subsidi itukan sudah secara online. Jadi untuk pengajuan pupuk subsidi di tahun 2021 pupuk merek SP dan ZH sudah tidak ada lagi di amplikasi online. Yang ada tingal pupuk Urea dan juga poska," ujar Pardede dihubungi via telepon, Selasa (12/1/2021).

Menurut Hendra, sebagai penggantinya pupuk Poska dan Urea yang masih  berstatus Subsidi.

"Jadi utuk pupuk bersubsidi itu tidak (semua) dihentikan akan tetapi hanya SP dan ZH saja yang pupuk subsidi yang dihentikan untuk tahun 2021," ucap Hendra menambahkan.

Meski dua pupuk tersebut sudah tidak berstatus subsidi, menurut Hendra sejauh ini belum ada keluhan dari petani.

"Sampai saat ini di kelompok tani yang saya salurkan tidak ada yang mengeluh maupun keberatan serta semua masih berjalan normal," kata anggota DPRD Siantar ini.

Masih kata Pardede, untuk mendapatkan pupuk bersubsidi  ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh petani. Salah satu syaratnya adalah kelompok tani.

"Tujuannya adalah agar pupuk bersubsidi dapat tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran. Persyaratan tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 47 Tahun 2017 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi," terangnya.

Selain itu, kata Hendra, untuk mendapatkan pupuk bersubsidi para petani diharuskan memiliki kartu tani yang terintegrasi dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).