Samosir, Hetanews.com - Pengerjaan proyek jalan menuju objek wisata patung salib yesus kristiani yang berada di si bea bea Kec. Harian Kab. Samosir mengundang sejumlah pertanyaan besar. Hal ini terungkap saat kunjungan awak media ke lokasi proyek pada jumat, (9/1/2021) silam.

Dimana tampak para pekerja dari kontraktor tidak dilengkapi dengan fasilitas safety wajib K3 (kesehatan keselamatan kerja), semua pekerja tampak telanjang K3 padahal untuk diketahui bersama, pengerjaan ini didanai APBN dengan pagu anggaran mencapai Rp.23Milliar.

Padahal dalam ketentuannya seharusnya ada anggaran untuk Biaya SMK3 ( Sistim Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja ). Kegiatan penyelenggaraan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi, mencakup:

a. Penyiapan Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK);
b. Sosialisasi, promosi dan pelatihan;
c. Alat pelindung kerja (APK) dan Alat Pelindung Diri (APD);
d. Asuransi dan perizinan;
e. Personil K3 Konstruksi;
f. Fasilitas, sarana, prasarana, dan alat kesehatan;
g. Rambu- rambu yang diperlukan;
h. Konsultasi dengan ahli terkait Keselamatan Konstruksi; dan
i. Lain-lain terkait pengendalian risiko Keselamatan Konstruksi.

Rahmad, seorang mandor dari pihak rekanan ketika dikonfirmasi awak media mengatakan pekerjaan kontruksi akan habis kontrak seminggu kedepan untuk finishing. Sementara berdasar informasi dilapangan, pemegang proyek tunggal dari kementrian ini harusnya sudah berakhir pada 31 desember 2020 silam. Temuan awak media dilapangan para pekerja masih melakukan aktifitasnya.

Kejanggalan berikut terjadi ketika awak media mempertanyakan keberadaan papan proyeknya.
Rahmad yang ditemui langsung saat itu beralasan jika pagu papan proyek ada namun kemarin rusak ditumbangkan angin sembari menambahkan bahwa proyek ini sudah berjalan 6 bulan lebih. 

Tidak berhenti disitu, penelusuran awak media dilapangan juga mendengar bahwa lokasi objek wisata ini ternyata sudah dibuka untuk rekreasi umum, namun mirisnya ada kutipan retrebusi uang masuk tanpa menggunakana karcis. Hal ini semakin terasa janggal karena pekerjaan ini tampaknya belum selesai dan belum serah tetima dari dinas terkait ketika memasuki akhir tahun 2020 silam.

Awak media juga mencoba mengkonfirmasi kepada Bapak Sianturi bagian logistik pihak rekanan PT. MATIO asal dari Balige, untuk menindak lanjuti apa sebenarnya yang terjadi di lokasi objek wisata agama ini.

Kembali disayangkan, Pak Sianturi yang menjanjikan kepada awak media akan bertemu pukul 18.00 wib di mess, ketika tiba waktunya awak media mendatangi mess tersebut,  namun Pak Sianturi tidak ada di mess lalu awak media menelepon dan melempar pertanyaan via whatsapp lagi lagi semuanya gagal tidak ada jawaban dari Pak Sianturi hingga berita ini diturunkan. (Soritua Manurung/Kontributor)