Siantar, hetanews.com - Serda Lili Muhammad Yusuf Ginting yang bertugas di Rindam 1/BB menangis usai anaknya Teguh Syahputra Ginting diperiksa di Polres Siantar Senin (11/1/2021) siang.

Tangisan Lili dikarenakan laporan pengaduan anaknya  di Polres Siantar, terhitung lebih dari 8 bulan tak kunjung menemukan keadilan.

Sebagaimana diketahui, Teguh Syahputra Ginting kehilangan tangan kirinya dalam kecelakaan kerja di PT Agung Beton Persada Hutama di Jalan Medan, Siantar Martoba, 15 April 2020 yang lalu.

Baca juga: Anak Tentara Kehilangan Tangan Kiri, Minta PT Agung Beton Bertanggung Jawab

"Tolong saya bapak, saya hanya ingin menuntut keadilan bapak, yang terjadi kepada anak saya, sehingga tangan anak saya putus bapak. Bapak Pimpinan TNI, tolong kami bapak tentang kecelakaan kerja anak kami bapak di PT Agung Beton," Kata Serda Lili di depan Markas Polres Siantar, Jalan Sudirman, Senin (11/1/2020).

Menurut pengakuan LIli, bahwa dia sudah berupaya agar keadilan dapat diperoleh anaknya, tetapi terkait urusan hukum sampai saat ini belum maksimal didapatnya di Polres Siantar.

"Yang seharusnya bertanggungjawab atas kecelakaan kerja ini adalah Direktur utama PT Agung Beton Persada Hutama karena tidak menjalankan SOP dengan benar." Kata Lili sambil mengeluarkan air mata.

Terpisah, Kuasa Hukum Teguh Syahputra Ginting, Dedy Faisal Hasibuan SIP SH menyampaikan ada kejanggalan dalam penangangan kasus perkara kecelakaan kerja yang dialami oleh kliennya dan saat ini pihaknya memberikan bukti-bukti baru.

"Klien saya meminta pertanggungjawaban dari Direktur PT Agung Beton Persada Hutama atas nama Teguh Juanda. Kita juga sudah mengajukan bukti karena kami lihat bukti ini belum dilihat dalam berkas perkara atau BAP yang dilumatkan ke Kejaksaan," ujar Teguh secara terpisah.

"Isinya berkaitan dengan KUPT III Tentang enam kelalaian PT Agung Beton dalam pelaksanaan kerja dan kami mengajukan saksi ahli pidana dari PUPR," Jelas Dedy.

Baca juga: Dua Karyawan PT Agung Beton Ditetapkan Tersangka