Simalungun, hetanews.com - Hairul Anwar Lubis alias Irul (40) menanam pohon ganja dalam sebuah polybag. Kasus Irul bergulir dalam sidang di PN Simalungun.

Irul, penduduk Huta II Nagori Sei Mangke Bosar Maligas dituntut pidana penjara selama 5 tahun denda 800 juta subsider 6 bulan. 

Terdakwa dipersalahkan jaksa melanggar pasal 111 (1) UU RI No.35/2009 tentang narkotika golongan I dalam bentuk tanaman.

"Menuntut agar terdakwa dijatuhi pidana penjara selama 5 tahun," kata Jaksa Dedy Chandra Sihombing saat sidang tuntutan dalam persidangan  virtual, Senin (11/1/2021) di Pengadilan Negeri Simalungun. 

Menurut jaksa, terdakwa Irul ditangkap petugas di rumahnya pada Selasa, 18 Agustus 2020. Penangkapan berdasarkan informasi jika di rumah terdakwa sering melakukan transaksi narkotika.

Setelah dilakukan penggeledahan oleh Polisi, ditemukan bong dan alat hisap sabu dalam rumahnya. Diakui terdakwa jika dirinya mengkonsumsi sabu bersama seorang temannya inisial W.

Tak cuma itu, Polisi menemukan 1 pohon ganja di dalam polybag ditempatkan belakang rumah terdakwa. 

Ganja tersebut dibeli dari seorang temannya inisal J warga Batu Bara seharga Rp 20 ribu pada bulan Mei. 

Irul menanam ganja dari biji ganja yang ia beli dari J yang kini berstatus DPO. Ganja tersebut tumbuh subur dalam sebuah Polybag. Diketahui, Irul tidak memiliki izin resmi untuk tanaman tersebut.

Dalam persidangan, IIrul didampingi pengacaranya Fransiskus Silalahi memohon kepada hakim agar hukumanya diringankan. 

Dengan alasan menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa. Irul juga mengaku belum pernah berstatus sebagai terpidana.

Sementara itu Majelis hakim akan mempertimbangkan tuntutan dan permohonan terdakwa sebelum membuat putusan. 

Sidang dipimpin ketua majelis hakim Roziyanti didampingi dua hakim anggota Aries Ginting dan Mince Ginting, menunda persidangan hingga Senin pekan depan.

Baca juga: Tanam Pohon Ganja, Irul Seret Dua Orang Temannya Ke Sel Tahanan