Simalungun, Hetanews.com - Seorang terdakwa Narkoba meminta keringanan hukuman atas tuntutan jaksa yang digelar secara virtual di PN Simalungun, Senin (11/1/2021).

Dalam persidangan, Jaksa Fransiska Sitorus menuntut terdakwa Yawahabu Kusuma alias Wahab (21) dengan pidana penjara 6 tahun denda 800 juta subsider 6 bulan. 

Warga Simpang 4 Sei Mangkei Kecamatan Bosar Maligas ini dipersalahkan jaksa dengan pasal 112 (1) UU RI No 35/2009 tentang tanpa hak atau melawan hukum memiliki Narkoba.

Saat ditangkap pada Selasa 18 Agustus 2020 oleh petugas Polisi disita 3 paket sabu dalam kotak rokok  dan uang Rp 70 ribu dari terdakwa.

Dalam persidangan, Wahab mengaku jika Narkotika jenis sabu tersebut adalah milik Tony (disidangkan terpisah) serta uang Rp 70 ribu merupakan hasil penjualan sabu. 

Sebelumnya terdakwa Wahab menerima sabu dari Tony lalu dijual kepada Apri (DPO) seharga Rp 70 ribu.

Atas tuntutan jaksa, Wahab didampingi pengacara Fransiskus Silalahi dari Posbakum PN Simalungun memohon kepada hakim agar hukumannya diringankan. 

"Saya mohon dihukum seringan-ringannya yang mulia, saya menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. Jika mengulangi, saya bersedia dihukum seberat-beratnya," kata terdakwa.

Untuk pembacaan vonis oleh hakim Roziyanti, Aries Ginting dan Mince Ginting dibantu panitera Amriyata Siregar menyampaikan bahwa persidangan ditunda dan dijadwalkan pekan depan.

Baca juga: Intip Hasil Kerajinan Tangan Warga Binaan