Jakarta, hetanews.com - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri memulai proses identifikasi jenazah penumpang Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1).

Kabid DVI Pusdokkes Polri, Kombes Ahmad Fauzi, meminta keluarga korban bersabar menunggu hasil identifikasi. Ahmad mengatakan proses identifikasi membutuhkan ketelitian sehingga tak bisa dilakukan terburu-buru.

"DVI itu yang penting itu ketepatan, bukan kecepatan. Jangan sampai buru-buru malah salah identifikasi," kata Fauzi di RS Polri Kramat Jati, Jaktim, pada Senin (11/1).

"Maka menuntut kesadaran dari keluarga korban dan masyarakat lainya jangan sampai kami diburu malah salah identifikasi," tambahnya.

DVI Polri Harap Keluarga Korban Sriwijaya Air Bersabar Tunggu Hasil Identifikasi (1)
Petugas Basarnas membawa kantong berisi diduga serpihan dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta - Pontianak yang hilang kontak di perairan Pulau Seribu, di Dermaga JICT, Jakarta, Sabtu (9/1/2021). =

Adapun proses identifikasi dimulai usai DVI Polri menerima 40 sampel DNA. Sampel DNA tersebut diterima dari keluarga korban yang berada di Jakarta, Pontianak, Jawa Timur, hingga Sulsel.

Sampel tersebut akan dicocokkan dengan 16 kantong jenazah yang sudah diterima RS Polri.

Sementara itu Sriwijaya Air yang jatuh membawa 62 orang yang terdiri dari 50 penumpang (40 dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi) serta 12 orang kru. Pencarian pesawat telah memasuki hari ketiga.

sumber: kumparan.com