Jakarta, hetanews.com - Vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Sinovac Biotech dianggap halal, atau diperbolehkan menurut Islam, kata Majelis Ulama Indonesia pada Jumat (8/1), beberapa hari sebelum negara itu dijadwalkan memulai program inokulasi menggunakan vaksin China.

Indonesia, negara mayoritas Muslim terbesar di dunia, memiliki tiga juta dosis vaksin Sinovac dan berencana untuk menggunakannya saat memulai program vaksinasi Rabu depan, dengan Presiden Joko Widodo akan menerima suntikan pertama.

Asrorun Niam Sholeh dari komisi fatwa dewan mengatakan pada konferensi pers bahwa vaksin Sinovac "suci dan halal", meskipun otorisasi untuk penggunaannya masih bertumpu pada Badan Makanan dan Obat-obatan (BPOM) Indonesia.

“Ini bisa menjadi informasi yang bisa menyejukkan umat khususnya umat Islam,” ujarnya.

Indonesia sedang berjuang dengan pandemi Covid-19 terburuk di Asia Tenggara dan pihak berwenang mengandalkan vaksin untuk membantu meringankan krisis kesehatan dan ekonomi yang melanda negara itu.

Ini mengkonfirmasi rekor kenaikan harian dalam kasus Covid-19 untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Jumat, melaporkan lebih dari 10.000 infeksi setiap hari untuk pertama kalinya dan melewati angka 800.000 dalam kasus, di antara jumlah tertinggi di Asia.

Ini melaporkan 10.617 infeksi baru pada hari Jumat, menjadikan total kasus menjadi 808.340. Ini telah mencatat 23.753 kematian.

Regulator BPOM berharap persetujuan penggunaan darurat untuk vaksin Sinocav, yang bergantung pada hasil uji coba vaksin di Indonesia, akan diterbitkan sebelum Rabu depan. Sinovac 78 persen efektif dalam uji coba tahap akhir di Brasil tanpa kasus Covid-19 yang parah, kata para peneliti pada hari Kamis.

Sumber: straitstimes.com