Hetanews.com - Don King telah membantu mempromosikan beberapa pertarungan terbesar sepanjang masa yang menampilkan beberapa petinju paling terkenal dan berprestasi dalam sejarah seperti Muhammad Ali, Mike Tyson, George Foreman, Evander Holyfield, dan Roy Jones Jr.

Kariernya sebagai salah satu promotor paling terkenal di dunia pun tak lepas dari berbagai kontroversi. Ia akrab dengan tuduhan dan gugatan yang diajukan oleh banyak petarung yang pernah ditanganinya karena mencuri uang dan sebagian besar diselesaikan di luar pengadilan.

King, yang sekarang berusia hampir 90 tahun, juga telah dituduh melakukan penggelapan pajak dalam banyak kesempatan tetapi tidak pernah dihukum. Jauh sebelum menjadi promotor tinju, nyatanya kisah kelam Don King telah dimulai.

Don King diketahui membunuh bukan hanya satu tetapi dua pria dalam insiden terpisah tetapi hanya menghabiskan waktu kurang dari empat tahun di penjara. Dilansir dari Sportcasting, Don King menembak dan membunuh seorang pria pada tahun 1954 tetapi dinyatakan sebagai pembunuhan yang dapat dibenarkan.

Lahir di Cleveland, Ohio, pada tahun 1931, Don King sempat menjadi petinju amatir kecil di sekolah menengah, tetapi kariernya di atas ring tidak bertahan lama, begitu pula kuliahnya. Menurut ESPN, ia keluar dari kampus dan satu tahun kemudian mulai bekerja untuk industri perjudian ilegal di kampung halamannya.

King mengendalikan salah satu rumah judi terbesar di Cleveland dan pada tahun 1954, dia menembak dan membunuh seorang pria bernama Hillary Brown, yang disebut mencoba merampok salah satu rumah judi milik King.

Ketika kasusnya dibawa ke pengadilan, Don King mengklaim bahwa dia telah membunuh Brown untuk membela diri, sebuah argumen yang disetujui pengadilan, dan dia bebas karena pembunuhan yang ia lakukan dapat dibenarkan.

Don King dihukum karena pembunuhan tingkat dua pada tahun 1967 tetapi lagi-lagi menghabiskan hukuman kurang dari empat tahun penjara.

Pada 20 April 1966, Don King, yang tengah berjudi terlibat pertengkaran dengan salah satu karyawannya, seorang pria berusia 34 tahun bernama Sam Garrett, dekat persimpangan Cedar Avenue dan East 100th Street di Cleveland.

King mengklaim bahwa Garrett berhutang padanya sebesar USD900 sementara Garrett mengatakan bahwa dia hanya berutang kepada bosnya USD600. Keduanya bertempur di jalan dan meskipun detail pasti dari pertarungan tersebut berbeda-beda.

Beberapa saksi mata mengatakan bahwa mereka melihat King menendang kepala Garrett setidaknya tiga kali dan juga memukulnya dengan revolver kaliber 38 sebelum ditarik oleh dua orang Detektif Cleveland hingga Garrett meninggal di rumah sakit lima hari kemudian.

Selama persidangan pada tahun 1967, Don King sekali lagi mengklaim pembelaan diri saat dia mengatakan Garrett mengikutinya keluar dari bar dan mengancam nyawanya karena masalah bayaran. Dia berkata bahwa dia turun dari mobilnya dan membalas tendangan dari Garrett tetapi dia tidak pernah menginjak wajah Garrett dan tidak pernah memukulnya dengan pistol, yang ada di tangan kanannya. 

King berkata dia hanya menggunakan tangan kirinya untuk memukul. Kedua detektif itu bersaksi bahwa mereka menyaksikan Don King menendang kepala Garrett.

Setelah hanya empat jam musyawarah, juri yang terdiri dari delapan wanita dan empat pria menghukum Don King atas pembunuhan tingkat dua, sebuah putusan yang membawa kemungkinan hukuman penjara seumur hidup.

Namun, tuduhan itu kemudian dikurangi menjadi pembunuhan sukarela dan King hanya menghabiskan tiga tahun 11 bulan di Lembaga Pemasyarakatan Marion.

Mike Tyson, Don King, dan Muhammad Ali.
Foto: © Bettmann / Contributor via Getty Images

Don King Diampuni pada Tahun 1983

Don King terjun ke bisnis tinju tidak lama setelah dibebaskan dari penjara pada awal 1970-an. Dia membuat nama untuk dirinya sendiri dengan mengajak Muhammad Ali untuk berpartisipasi dalam pertandingan tinju amal untuk mengumpulkan uang bagi sebuah rumah sakit di Cleveland.

Beberapa tahun kemudian Don King membantu mengatur pertarungan terkenal "Rumble in the Jungle" antara Ali dan George Foreman di Zaire dan lalu "Thrilla in Manila," pertarungan ketiga yang terkenal antara Ali dan Joe Frazier.

King menjadi salah satu promotor tinju terbesar di dunia dan, pada tahun 1983, Gubernur Ohio saat itu James A. Rhodes memaafkannya atas kejahatannya. Only in America Right? 

Don King juga dikenal dengan perseteruannya dengan Mike Tyson yang pernah menggugat Don King sebesar USD100 juta atau setara Rp1,4 triliun setelah keduanya memutuskan hubungan kerja sama.

Keduanya mencoba melakukan rekonsiliasi menjelang akhir karier Tyson, tetapi negosiasi tidak berjalan dengan baik dan berakhir dengan Mike Tyson, yang mabuk kokain pada saat itu, malah menendang kepala Don King.

Sumber: indosport.com