Labuhan Batu, Hetanews.com – Seperti yang disadari bersama bahwa pendidikan adalah hak segala bangsa, juga termaktub secara jelas dalam preambule UUD 1945 dengan tujuan bernegara yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Namun kondisi tersebut terasa begitu absurb bagi mahasiswa asal Labuhan Batu, dimana mereka masih mempertanyakan kejelasan dari beasiswa prestasi di daerahnya. Tidak llepas dari ingatan mereka ketika dulu bupati Labuhan Batu pernah mengatakan disalah satu media bahwa “Program ini (beasiswa prestasi-red) sangat bermanfaat bagi mahasiswa, hal ini juga sebagai cerminan sebagai putra putri Labuhan Batu, H. Andi suhaimi Dalimunthe sangat memperdulikan masa depan generasi muda labuhanbatu.”

Faktanya hari ini mahasiswa menuding program beasiswa ini tak jua direalisasikan bagi ribuan mahasiswa berprestasi di labuhanbatu. Pihak Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) pernah mengungkapkan bahwa beasiswa tersendat dikarenakan kas anggaran daerah kosong.

Hal ini menjadi tanda tanya besar dikalangan mahasiswa dimana berdasar hasil penelusurannya tidak masuk akal kas daerah bisa kosong sedangkan rincian keuangan pada pos belanja tidak langsung direncanakan sebesar Rp798.519.028.000 terbagi untuk; belanja pegawai Rp570.483.688.500, belanja hibah Rp76.703.346.500 dan belanja bantuan sosial sebesar Rp1,7 miliar.

Dalam tuntutannya mahasiswa meminta KPK segera turun tangan karena mencium ada bau penyalahgunaan anggaran di daerahnya. Mereka juga mendesak pemda Labuhan Batu untuk merealisasikan segera program beasiswa mahasiswa berprestasi tahun 2020.