Jakarta, hetanews.com - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan rekrutmen guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) kemungkinan dapat terselenggara kembali. Namun, formasi yang dibuka akan terbatas.

"Tidak tertutup kemungkinan bagi pemerintah untuk tetap membuka formasi CPNS untuk guru," ujar Bima dalam konferensi pers virtual melalui Youtube BKN, Selasa 5 Januari 2021.

Bima mengatakan, rekrutmen guru PNS itu tidak direncanakan pada 2021. BKN akan memberikan pertimbangan untuk membuka rekrutmen guru PNS pada 2022.

"Jadi formasi yang diberikan untuk tahun berikutnya, tahun 2022 dan seterusnya ini sangat tergantung dari kekosongan yang ada akibat dari pensiun PNS atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang mengundurkan diri," jelas dia.

Dia menyampaikan, untuk 2021 pemerintah sedang berfokus untuk melakukan rekrutmen satu juta guru berstatus PPPK ketimbang PNS. Hal itu dilakukan karena pihaknya mengidentifikasi banyaknya kekurangan guru yang terjadi secara nasional.

"Tahun ini kami masih akan berkosentrasi untuk melakukan seleksi satu juta guru PPPK," ungkap dia.

Konsentrasi lebih itu diperlukan karena jumlah perekrutan yang besar. Bahkan angka satu juta guru PPPK itu melonjak lima kali lipat dari biasanya, yang hanya 200 ribu.

"Jadi ini diharapkan dapat mengisi kekosongan guru yang ada di Indonesia, sehingga tidak terjadi permasalahan pendidikan karena tidak ada guru," ungkapnya.

Keputusan BKN menghapus seleksi CPNS untuk guru menuai polemik. Sejumlah pemangku kepentingan di bidang pendidikan menyesalkan keputusan itu. Komisi X DPR bahkan menolak rencana penghapusan rekrutmen guru PNS.

Sumber: medcom.id