Hetanews.com - Sumatera Utara dianugerahi banyak destinasi wisata yang menarik dikunjungi wisatawan. Salah satunya adalah kolam air panas Sampuraga di Mandailing Natal, Sumatera Utara. Seperti legenda Malin Kundang, kolam air panas Sampuraga konon dipercaya terbentuk atas murka Tuhan kepada seorang anak terhadap ibunya.

Mengutip situs Pariwisata Sumut, legenda Sampuraga bermula dari desa tempatnya tinggal di Padang Bolak. Alkisah, seorang anak laki-laki yang bernama Sampurga merantau dengan meninggalkan ibunya menuju Kerajaan Silanjang di Desa Sirambas untuk mengubah nasib.  

Sesampainya di Kerajaan Silanjang, Sampuraga ditawari pekerjaan di rumah Raja Silanjang. Atas ketekunan dan kejujurannya, Raja Silanjang lalu memodali Sampuraga untuk membuka usaha yang kemudian berjalan dengan sukses. 

Terpukau dengan keuletan Sampuraga, raja kemudian menjodohkannya dengan putri Kerajaan Silanjang.  Kabar gembira ini pun sampai hingga ke telinga sang ibu di Padang Bolak. Ibu Sampuraga mendatangi lokasi pesta pernikahan.

Namun, kehadirannya ditolak oleh Sampuraga, karena malu memiliki ibu miskin berpenampilan lusuh. Sampuraga lalu mengusirnya. Ibu Sampuraga yang sakit hati mengadu kepada Tuhan, tak lama langit menghitam dan badai dahsyat pun datang.

Hujan turun deras tanpa henti, Kerajaan Silanjang akhirnya musnah ditelan bumi. Beberapa hari setelah hujan reda, yang tersisa dari Kerajaan Silanjang hanya onggokan tanah dan bebatuan kapur, dengan sumber mata air panas di bawahnya yang terus mengalir.

Berdasarkan legenda tersebut, kolam air panas ini pun kemudian dinamai Sampuraga. Suhu airnya sendiri berkisar antara 90-100 derajat Celsius.

Selain legendanya yang menarik, kolam air panas ini jadi atraksi wisata menarik bagi wisatawan. Selain melihat air panas dari balik pagar, terdapat banyak aktivitas yang ditawarkan untuk wisatawan.

Salah satunya adalah kamu bisa berendam atau terapi alam di pinggir aliran sungai Sampuraga. Tempat ini kini dikelola sebagai objek wisata Sampuraga Madina yang berada di Desa Sirambas, Kecamatan Panyabungan Barat.

Legenda Sampuraga juga terdengar di wilayah Kalimantan dengan sedikit perbedaan. Masyarakat dari Suku Dayak Tomun di Lamandau, Kalimantan Tengah, mengetahui Sampuraga adalah nama sebuah bukit batu.

Menurut cerita ini, Sampuraga dikutuk menjadi bukit batu bersama kapalnya, karena telah durhaka pada ibunya. Kini Bukit Sampuraga juga jadi objek wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Sumber: kumparan.com