Catatan Redaksi

Siantar, Hetanews.com - Akhir-akhir ini para influencer dan artis mulai menampilkan postingan-postingan terkait investasi saham di berbagai akun media sosialnya. Sejumlah nama kondang terpantau memberikan rekomendasi saham tertentu yang kemudian banyak direspons oleh netizen. 

Bagi redaktur yang juga kebetulan sudah aktif berkecimpung di dunia bursa sejak 2007, fenomena ini layak dicermati. Ada kekhawatiran model edukasi semacam itu bukannya mendidik investor dan tradder pemula yang masih baru belajar "melantai" di bursa tapi justru berujung patronisasi yang membahayakan.

Ibarat membeli kucing dalam karung, setiap postingan akun media sosial para influencer dan artis tadi menjadi kegandrungan baru bagi anak muda milenial masa kini. Tidak jarang beberapa saham emiten terkait langsung melonjak naik dalam hitungan menit. Jangan tanya soal persentase profit yang didapat, beberapa diantaranya jauh jika dibanding bunga deposito perbankan setahun.

Hal ini justru bertolak belakang dengan semangat edukasi yang selama ini coba ditularkan pemerintah lewat berbagai program Sekolah Pasar Modal seperti “Yuk Nabung Saham”. Berinvestasi pada suatu emiten (perusahaan) haruslah terlebih dahulu dilakukan dengan membaca laporan keuangan dan laporan tahunan (annual report) daripada perusahaan yang kita incar.

Mendapatkan lembar saham dari hasil info kilat rumor, teman, atau bahkan artis sekalipun akan menjadi sangat beresiko dan berbahaya bagi portofolio kita jika tidak dibarengi dengan analisis teknikal dan analisis fundamental yang ilmu dasarnya diberikan gratis saat kita berniat membuka rekening efek pada salah satu broker pasar modal.

Sejumlah artis dan influencer dimaksud sebut saja Ustad Yusuf Mansur, Ari Lasso, putra presiden RI Kaesang Pangarep atau yang baru baru ini naik daun seperti Raffi Ahmad.

Raffi dalam video singkat instagramnya baru baru ini merekomendasikan saham MCAS (PT.M Cash Intergrasi, Tbk). Hal itu dilakukannya usai bertemu presdir MCAS. Redaksi kemudian coba langsung mengecek emiten yang dimaksud dan mendapati lonjakan 8% lebih sejak pukul 09.30 wib pagi sampai sore pukul 15.35 wib pada Selasa (5/1/2021).

Dalam pertimbangan kami, pembaca harus melihat ulang potensi PER dan PBV dari emiten dimaksud yang menurut kami sudah cukup tinggi jika dibandingkan dengan emiten PNLF (PT. Panin Financial Tbk).

PLNF membukukan laba Rp.1,37 T dengan harga per lembar Rp.246,- sementara MCAS membukukan laba Rp.17,8M dengan harga per lembar Rp.4.200,-  Keduanya harga pembukaan hari ini.

Putra bungsu Presiden RI, Kaesang Pangarep, juga tak mau ketinggalan. “Sangmology” akhir akhir ini getol merekomendasikan dua nama emiten, PT. Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT. Aneka Tambang Tbk (ANTM).

Secara valuasi sendiri saham PGAS memiliki valuasi harga pasar dibanding nilai buku (PBV) di angka 1,03 kali yang masih tergolong murah karena berada di bawah PBV rata-rata selama 3 tahunya

Sedangkan untuk PBV ANTM berada di kisaran 2,92 kali. ANTM sendiri nantinya diprediksi akan menjadi pemain besar dalam holding baterai listrik MIND ID dan tentunya diuntungkan dengan harga komoditas nikel yang terus melesat.

Redaksi mengharapkan momentum ini dimanfaatkan semaksimalnya oleh bursa efek melalui sekolah pasar modalnya, agar masyarakat yang sudah mulai melek saham mendapatkan edukasi secara benar dengan menggandeng para influencer dan artis tadi.

Jadi perusahaan (emiten) dengan kapitalisasi kecil bahkan sangat kecil tidak mudah digerakkan harganya oleh market maker. Selain membahayakan bagi dunia pasar modal dalam jangka panjang, juga akan memberikan dentum besar pada investor pemula dengan modal minimalis. Kepercayaan (trust) pada pasar modal harus dijaga.