Medan, hetanews.com - Pemerintah Provinsi (pemprov) Sumatera Utara (Sumut) memantau perkembangan varian baru Covid-19. Meski belum ada menemukan virus baru dari Eropa tersebut, masyarakat diminta tetap mewaspadai virus terbaru yang dikenal lebih ganas itu.

Juru Bicara Satuan tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sumut, Whiko Irwan menyampaikan, pihaknya tetap memantau perkembangan kesehatan warga yang baru tiba dari luar negeri melalui Bandara Kualanamu Internasional Airport.

“Meski dalam proses keberangkatan dari bandara luar negeri sudah mengantongi surat perjalanan sehat, upaya pemantauan ini demi kebaikan bersama. Baik itu oleh masyarakat pengguna jasa penerbangan maupun orang sekitarnya,” ujar Whiko, Selasa (29/12/2020).

Whiko mengatakan, belum ada temuan atas varian baru Covid-19 di Sumut. Meski demikian, antisipasi oleh petugas kesehatan maupun Satgas Covid-19 tetap diperlakukan agar virus baru yang lebih ganas tersebut, tidak sampai masuk ke daerah tersebut.

“Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan dalam mengantisipasi masuknya varian baru Covid-19 itu. Masyarakat diharapkan tetap meningkatkan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Ini penting dilakukan mengingat pandemi masih terjadi,” katanya.

Menurutnya, dinamika perkembangan Covid-19 di Sumut, sampai saat ini masih sangat dinamis. Potensi penyebaran dan penularan virus corona masih terus berlangsung. Setiap harinya, penderita baru terkonfirmasi masih ditemukan di tengah masyarakat.

“Akumulasi penderita Covid-19 dsejak awal pandemi hingga 28 Desember 2020 di Sumut sebanyak 17.892 orang. Berdasarkan total angka tersebut, sebanyak 15.162 orang di antaranya dinyatakan sudah sembuh dan 674 orang penderita meninggal dunia,” ungkapnya.

Disebutkan, penderita aktif Covid-19 di daerah itu, saat ini tercatat sebanyak 2.052 orang. Dari angka tersebut, 1.489 orang penderita melaksanakan isolasi mandiri dan 567 orang penderita lainnya masih dirawat isolasi di rumah sakit.

“Angka kesembuhan di Sumut hingga 27 Desember 2020 kemarin, sebesar 84,66% atau terus meningkat 0,56 poin dibandingkan minggu sebelumnya 84,10%. Angka kematian diperoleh sebesar 3,77% atau semakin menurun 0,01 poin dibandingkan minggu sebelumnya 3,78%,” ucapnya.

Sumber: beritasatu.com