Tapanuli Tengah, hetanews.com - Salah satu perusahaan sawit di Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, diduga melakukan pungutan liar (pungli) terhadap warga yang melintas di area kebun perusahaan. Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani, mengancam mencabut izin perusahaan itu.

Persoalan ini terungkap saat Bakhtiar menggelar rapat bersama pihak perusahaan dan warga pada Senin (21/12). Bakhtiar mengatakan pengutipan yang dilakukan perusahaan itu kepada warga adalah pungli.

"Mengutip retribusi sebesar Rp 30/kg saat masyarakat saya melewati kebun anda membawa buah sawit milik mereka. Ini pungli. Saya tegaskan, tidak ada lagi pengutipan. Kalau ada kutipan itu namanya retribusi, harus ada izinnya," ucap Bakhtiar kepada wartawan, Selasa (22/12/2020).

Dia meminta perusahaan memberi akses kepada warga untuk melintas di kebun setiap Kamis dan Jumat. Menurutnya, warga perlu melintas kebun perusahaan saat membawa hasil panen dari kebun milik warga.

"Tetapi untuk memupuk dan merawat tanamannya silakan kapan saja jangan ada batas harinya," ujarnya.

Selain melakukan pengutipan, hewan ternak warga juga tidak diperbolehkan melalui areal kebun perusahaan. Perusahaan juga diduga memaksa warga menjual hasil kebun warga ke perusahaan mereka.

"Jangan paksa masyarakat saya menjual atau menyewakan lahannya kepada kalian. Itu hak mereka, jangan gunakan cara-cara untuk memaksakan kehendak kepada masyarakat saya selagi saya menjabat Bupati Tapanuli Tengah," tuturnya.

Dia mengatakan akan memerintahkan jajarannya mengukur HGU perusahaan. Dia mengancam akan menutup perusahaan jika melakukan pelanggaran pidana, termasuk pungli.

"Jangan main-main, jika menyalahi aturan dan menjurus ke pidana kami akan cabut izinnya," jelasnya.

Sumber: detik.com