Siantar, Hetanews.com - Ahli menyebut ada kecurangan dari proyek drainase di Jalan Wahidin Kota Siantar. Drainase dengan pagu senilai Rp 1,6 Miliar dan masa kerja 42 hari itu ditemukan dalam keadaan hancur.

"Kecurangan ada, tapi nilainya belum dapat dipastikan," ujar Koster Silaen, Ahli yang didatangkan Kejari Siantar dari Politeknik Medan untuk melakukan pemeriksaan terhadap proyek drainase, Selasa (22/12/2020).

Tim melakukan pengecekan fisik diantaranya ketebalan dinding parit, kedalaman parit hingga beton penutup drainase. 

Ditemukan beton penutup drainase sudah banyak yang hancur dan hasilnya asal jadi. Misalnya beton penutup hanya diletakkan begitu saja di atas parit.

Baca juga: Ahli Audit Selidiki Material Drainase Jalan Wahidin

Menurut Koster, material untuk campuran beton saja dinilai tidak layak. Untuk itu sampel yang sudah diambil dari beberapa titik akan diuji di lab dan disaksikan semua pihak agar transparan. 

Koster menambahkan, pemeriksaan ahli akan terus berlanjut dan hasil pemeriksaanakan segera dilaporkan kepada pihak kejaksaan. 

"Ahli bekerja berdasarkan surat permintaan penyidik untuk menghitung kekurangan volume pekerjaan," jelas Koster.

Janji Kejari Siantar

Di lain sisi, Kasi Intel Kejari Siantar Bas Faomasi Laila, selaku Ketua Tim penyelidik dalam perkara ini menjanjikan hasil penyelidikan akan membuat kasus ini menjadi terang dan jelas.

"Jika ditemukannya ada kecurangan atau dugaan korupsi maka tim jaksa penyidik akan melakukan ekspos untuk meningkatkan kasus ini ke penyidikan," kata Bas menegaskan. 

Pemeriksaan fisik drainase turut disaksikan pemenang tender proyek, PPK, Inspektorat serta beberapa orang yang sebelumnya mengerjakan proyek tersebut. 

Pemeriksaan ahli di lapangan menjadi perhatian masyarakat sekitar. Termasuk warga juga merasa terdampak akibat proyek tersebut. "Kondisi parit lebih tinggi dari toko kami," ujar seorang warga saat cek fisik proyek drainase di Jalan Wahidin.

Baca juga: Ini Hasil Temuan Kejari Di Dua Proyek Dinas PUPR