Simalungun, hetanews.com – Terdakwa PS (56), warga Dusun II Sarakka Hobbu, Nagori Manik Rambung, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun, diancam  8 tahun penjara, denda Rp60 juta, subsider 6 bulan.

Tuntutan jaksa Nova Miranda, dibacakan dalam persidangan online dan tertutup, pada Jumat (18/12/2020), di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun.

Menurut jaksa, terdakwa telah terbukti melakukan perbuatan cabul kepada korban yang masih bocah (7 tahun), sebut saja Sasa.

Terdakwa menciumi alat vital korban dan menggunakan jarinya, mengakibatkan selaput darah korban rusak hingga ke dasar. Sesuai visum yang dibuat dokter.

Perbuatan memalukan itu, dilakukan terdakwa pada Minggu, 6 September 2020 lalu, di rumahnya. Saat kejadian, Sasa disuruh ibunya membeli permen, di warung terdakwa.

Setelah memberikan permen kepada ibunya, Sasa kembali lagi dan saat itulah dibujuk terdakwa, masuk ke dalam rumah. Korban dijanjikan akan diberikan uang jajan Rp10 ribu.

Terdakwa membawa korban ke dalam kamar dan melampiaskan nafsu bejatnya dengan cara “mengobok- obok” korban dengan jarinya. Perbuatan terdakwa dipersalahkan jaksa, melanggar pasal 82 (1) UU RI No 17/2016 tentang penetapan Perppu No.1/2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23/2002 tentang perlindungan anak.

Atas tuntutan jaksa, terdakwa di dampingi pengacara Fransiskus Silalahi SH, mengajukan permohonan secara lisan kepada majelis hakim agar hukumanya diringankan. Karena menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.

Untuk mempertimbangkannya dalam putusan, persidangan dipimpin ketua majelis hakim, A Hadi Nasution SH MH, ditunda hingga Kamis mendatang.