Siantar, hetanews.com - Jaksa Ester Harianja SH, menuntut terdakwa Jhonry Wilson Purba SH MSi, dengan pidana penjara selama 3 tahun, disidang online Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Rabu (16/12/2020). Terdakwa dipersalahkan jaksa, melanggar pasal 378 KUH Pidana tentang penipuan.

Menurut jaksa, terdakwa yang mengaku sebagai PNS Dinas Sosial dan Kakan Satpol PP Kabupaten Simalungun, kepada saksi korban, Erwin Freddy Siahaan, menawarkan proyek bernilai ratusan juta rupiah. Berawal dari pertemuan terdakwa dan korban, pada Juli 2018, lalu.

Terdakwa menawarkan pekerjaan proyek hibah untuk Yayasan Pelita, di jalan Melanthon Siregar. Untuk meyakinkan korbannya, terdakwa mempertemukan korban dengan Ketua Yayasan Pelita, Arthur Fernando Simanjuntak dan Hermanto Panjaitan.

Proyek bernilai 300 an juta dari Kementerian Agama. Lalu orang suruhan terdakwa di Jakarta, bernama Ferizal Octavian, meyakinkan korban dan memberikan uang Rp150 juta yang dibuatkan dalam kwitansi.

Terdakwa juga berangkat ke Jakarta untuk meyakinkan korban agar proyek dapat segera dilaksanakan. Semua biaya terdakwa ke Jakarta dibayar korban.

Korban juga mentransfer uang Rp.94 juta, melalui rekening BNI  atas nama Yudi Adrian, atas perintah terdakwa. Lalu mengirimkan lagi ke rekening Syariah Mandiri atas nama Ferizal Octavian senilai Rp50 juta.

Tapi pekerjaan yang dijanjikan kepada korban tidak benar adanya. Akibatnya, korban mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Dan belum ada perdamaian.

Didampingi pengacaranya, terdakwa akan membuat nota pembelaan (pledoi) secara tertulis. Untuk memberikan kesempatan itu, majelis hakim, Danar Dono, Hendrik Jaya dan Simon CP Sitorus, menunda persidangan, hingga Rabu mendatang.