Simalungun, hetanews.com - Ronaldy Maharaja STh (30) yang mengaku seorang pendeta yang sudah resign, terbukti membawa 20,58 gram ganja, akhirnya dihukum 4 tahun penjara, denda Rp 800 juta, subsider 3 bulan penjara, di sidang online Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Rabu (16/12/2020).          

Vonis majelis hakim yang diketuai Roziyanti SH, Aries Ginting dan Mince Ginting tersebut, lebih ringan 6 bulan dari tuntutan jaksa, Juna Karokaro SH, yang sebelumnya menuntut pidana penjara selama 4 tahun 6 bulan penjara, denda Rp800 juta subsider 6 bulan penjara. Satu unit sepeda motor milik terdakwa yaitu Yamaha Xeon, dirampas untuk negara.           

Terdakwa dinyatakan terbukti bersalah, melanggar pasal 111 (1) UU RI No.35/2009 tentang narkotika jenis ganja.

"Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 111 (1) UU RI No 35/2009, menjatuhkan pidana penjara selama 4 tahun,"kata hakim.

Berdasarkan fakta yang terungkap dalam persidangan, terdakwa mengaku mendapat gelar STh dari HKBP Nommensen Pematangsiantar, dan resign sebagai pendeta. Menurutnya, dia memiliki ijin karena ijin dari bumi.

"Ijin dari bumi," kata terdakwa saat ditanya hakim tentang ada ijin atau tidak atas kepemilikan ganja.

Terdakwa diamankan warga, di pinggir pantai Danau Toba Parapat, pada Sabtu, 4 Juli 2020 lalu, pukul 17.00 WIB. Dari dalam jok sepeda motor Yamaha Xeon BK 3132 TAH, ditemukan 3 paket ganja seberat 20,58 gram.            

Pengakuan terdakwa, ganja tersebut baru saja ia beli seharga Rp.50 ribu dari Ari (DPO), di Jalan Sisingamangaraja, depan USI Siantar. Ganja sebanyak itu akan digunakan sendiri oleh terdakwa. Dan sudah 4 kali belanja ganja dari Ari untuk dipakai sendiri oleh terdakwa.              

Dalam persidangan, terdakwa didampingi pengacara Fransiskus Silalahi, menyatakan masih pikir-pikir atas putusan tersebut. Persidangan dibantu panitera, Jonathan Sinaga SH, dinyatakan selesai dan ditutup.