Simalungun, hetanews.com – Terbukti mencabuli cucunya yang masih berusia 8 tahun, terdakwa JS (75), akhirnya dihukum 8 tahun penjara, denda Rp60 juta subsider 6 bulan kurungan.

Putusan hakim Roziyanti, Aries Ginting dan Mince Ginting, dibacakan dalam persidangan online Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Rabu (16/12/2020).

Vonis hakim, konform (sama) dengan tuntutan jaksa, Devica Oktaviniwaty SH.

Hakim sependapat dengan jaksa, menyatakan terdakwa terbukti bersalah, melanggar pasal 81 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.        

Sesuai fakta persidangan, baik keterangan saksi-saksi dan juga alat bukti, perbuatan cabul yang dilakukan opung (kakek) bejat itu, terjadi sekitar bulan Mei 2015 lalu, di rumah terdakwa, di Dusun Sipapaga Huta Raja, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun. Saat itu korban baru saja pulang dari sekolah.         

Karena lapar pulang sekolah, terdakwa mengambil nasi, tapi tidak ada sayur dan ikannya. Lalu korban pergi ke rumah opungnya, sambil membawa nasi dalam piring, untuk meminta ikan dan sayur.      

Korban pun makan di rumah terdakwa (opungnya) hingga selesai. Lalu terdakwa mengajak korban masuk ke kamar untuk disetubuhi.         

Awalnya, korban tidak mau, tapi dijanjikan akan diberi uang Rp10 ribu, maka korban berhasil disetubuhi opungnya itu. Akibatnya, selaput darah korban sudah tak utuh lagi.         

Sesuai hasil Visum Et Repertum No: 7793/VI/UPM/VII/2020 tanggal 21 Juli 2020 yang dibuat dan ditanda tangani dr. Martha Silitonga, SpOG dokter pada Rumah Sakit Umum Daerah dr. Djasamen Saragih.          

Hal yang memberatkan terdakwa karena merusak masa depan korban. Terdakwa selaku opungnya, seharusnya melindungi korban. Hal yang meringankan terdakwa, mengakui perbuatannya dan bersikap sopan.